Festival Film Venesia Dikejutkan Film Dokumenter tentang Anak Palestina yang Terbantai di Gaza

Venesia, Purna Warta – Sebuah film dokumenter yang menggambarkan penderitaan seorang anak Palestina, yang menjadi martir tahun lalu setelah pasukan Israel menyerang mobil tempat ia bersembunyi dengan ratusan peluru tank, telah memicu tepuk tangan meriah selama 22 menit, reaksi penuh air mata, dan pengibaran bendera Palestina.

Lonjakan emosi menyusul pemutaran perdana The Voice of Hind Rajab di Festival Film Venesia kelas dunia pada hari Rabu, berbagai media berita film melaporkan.

FIlm dokumenter ini menampilkan berbagai rekaman audio yang menampilkan suara seorang anak gadis Palestina, yang terbunuh di Jalur Gaza pada Januari 2024.

Film ini berfokus pada perjuangannya dan keluarganya di tengah perang genosida rezim Israel yang masih berlangsung di wilayah pesisir tersebut.

Keluarga Rajab menjadi sasaran saat melarikan diri dari Kota Gaza dengan mobil mereka, yang menyebabkan anak berusia lima tahun itu kehilangan paman, bibi, dan tiga sepupunya.

Rajab sendiri tewas setelah pasukan Israel menembaki kendaraan tersebut, yang dilaporkan sebanyak 335 kali, meskipun ia adalah satu-satunya penumpang yang tersisa, yang telah menghabiskan berjam-jam di dalam untuk mencoba menghubungi paramedis.

Penembakan itu begitu hebat sehingga merenggut nyawa semua paramedis, yang akhirnya tiba di sana juga, sehingga tim penyelamat hanya menemukan setumpuk mayat di lokasi kejadian.

Genosida tersebut sejauh ini telah merenggut nyawa lebih dari 63.700 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak dimulai pada Oktober 2023.

Rezim Israel menolak menyetujui kerangka kerja apa pun untuk kesepakatan gencatan senjata, meskipun ada konsesi yang diberikan oleh gerakan perlawanan Palestina di Gaza, Hamas, dan upaya para mediator untuk membantu mewujudkan kesepakatan tersebut.

Sementara itu, rezim tersebut hampir sepenuhnya memblokir masuknya semua pasokan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza, yang memicu ratusan kematian akibat kelaparan.

Film dokumenter ini disutradarai oleh sutradara ternama Tunisia, Kaouther Ben Hania, dan menampilkan aktor-aktor Hollywood ternama, Joaquin Phoenix, dan Rooney Mara, sebagai produser eksekutifnya.

Duo ini menghadiri pemutaran perdana, memegang foto Hind bersama para pembuat film di karpet merah.

Phoenix mengenakan pin “Artis untuk Gencatan Senjata” dan aktor Motaz Malhees, yang membintangi film dokumenter tersebut, melambaikan bendera Palestina saat memberikan tepuk tangan meriah.

Para peserta juga meneriakkan “Bebaskan Palestina” sambil bereaksi terhadap film yang diprediksi banyak pengamat sebagai calon kuat peraih penghargaan Golden Lion yang bergengsi di festival tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *