Purna Warta – Dilansir dari Reuters, perusahaan-perusahaan di Rusia kini sedang berkembang dan keuntungan mereka juga sedang meningkat kendati sanksi dari barat. Penampilan yang bagus dari firma-firma menunjukkan tumbuhnya kerja sama ekonomi yang bagus antara Moskow dan Beijing.
Baca Juga : Rusia Menggagalkan Puluhan Ribu Serangan Siber Dalam Pemilu
Barat keluar dari Rusia dan Cina masuk memanfaatkan kondisi yang ada untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia. Cina membeli minyak Rusia dan Rusia membeli mobil-mobil Cina.
Antara 2022 dan 2023 mobil-monil Cina yang masuk ke Rusia meningkat menjadi tujuh kali lipat dengan total sekitar 10 miliar dolar. Adapun total perdagangan antara dua negara bertetangga ini mencapai 240 miliar dolar di waktu yang sama.
“Ini adalah perkembangan kerjasama ekonomi dan perdagangan yang sistematis dan saling menguntungkan” jelas Jubir Kremlin Dmitry Peskov dalam jumpa pers awal minggu ini. “Semoga ini bukan puncaknya dan akan terus berkembang lebih dari ini”.
Produsen mobil Cina mendapatkan keuntungan yang signifikan di Rusia karena perusahaan-perusahaan barat keluar dari Rusia. Banyak dari perusahaan mobil barat yang menjual asset dan pabrik mereka dengan harga murah di Rusia. Hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Cina dan kini memegang 50 persen pasar Rusia dari sebelumnya hanya 10 persen.
Baca Juga : Hasil Konflik Ukraina Akan Melemahkan Amerika, Kata Dubes Rusia
Dealer mobil Rusia yang tadinya menjual mobil-mobil produksi barat seperti Volkswagen atau Renault kini berubah dan menjual mobil-mobil Cina.


