Bloomberg: Gaya Pesan-Pesan Trump Di Media Sosial Menciptakan Perpecahan Di Kalangan Para Penasehatnya

Pesan Trump

Purna WartaAncaman dan pesan-pesan Presiden AS Donald Trump di media sosial yang berupaya menghina Iran justru membuat para pemimpin negara tersebut enggan bernegosiasi dengan AS. Di samping itu, para pendukung dan penasehat Trump mulai berselisih dalam menanggapi pesan-pesan Trump tersebut.

Sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa upaya negosiasi Iran dan AS menjadi terkendala akibat ancaman dan ujaran-ujaran Trump di media sosial.

Postingan Donald Trump di Truth Social dan juga keputusannya untuk meneruskan blokade laut menjadi penghambat utama berjalannya negosiasi melalui mediasi Pakistan, ujar beberapa pejabat AS.

Peperangan telah terhenti sejak beberapa minggu dan kedua pihak kini berada di persimpangan antara melanjutkan peperangan yang telah menimbulkan banyak kerugian atau mengupayakan negosiasi.

Seorang diplomat Eropa mengatakan bahwa pesan-pesan presiden AS di media sosial merupakan penyebab utama dari sedikitnya kemajuan dari negosiasi dengan Iran.

Salah satu pejabat Gedung Putih juga mengatakan bahwa presiden Trump sama sekali tidak memerhatikan apa yang dirasakan oleh para pemimpin Iran. Trump memperpanjang jeda konflik usai Iran menolak hadir di Islamabad dalam rangka negosiasi putaran kedua dimana pada putara pertama, negosiasi usai tanpa ada hasil.

Sejumlah postingan Trump mendapat balasan dari Ketua Parlemen Iran sekaligus pemimpin negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menyebut upaya Trump tersebut sebagai perang media dan rekayasa opini publik.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Iran menerima perundingan dengan AS, akan tetapi blokade laut dan ancaman-ancaman masih menjadi penghalang utama dari terwujudnya negosiasi.

Trump pada Kamis mengakui persetujuannya tentang metode blokade sembari menegaskan bahwa ia tidak ditekan oleh siapapun untuk membuat keputusan tersebut.

“Kalian tahu siapa yang dibawa tekanan? Mereka (Iran) karena jika mereka tidak bisa menggerakkan minyak, seluruh infrastrukutur minyak mereka akan hancur” ujar Trump di Kantor Oval.

Kendati Trump tidak terburu-buru dalam menyelesaikan masalah Timur Tengah dan ia juga menegaskan bahwa blokade akan terus mencekiki ekonomi Iran, ia di sisi lain menghadapi tekanan dari dalam negeri. Harga bahan bakar yang terus melonjak memunculkan banyak tuntutan dan protes dalam rakyat dan sejumlah pejabat AS.

Bloomberg melaporkan bahwa dibutuhkan setidaknya 6 bulan supaya negosiasi bisa mencapai hasil dengan cakupan yang lebih luas.

Alex Vatanka, pakar di bidang Iran dan Timur Tengah mengatakan “gaya pesan Trump mengabaikan posisinya sebagai pihak yang membutuhkan diplomasi yang berfungsi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *