Beijing, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan mitranya dari Tiongkok, Wang Yi, mengadakan pembicaraan di Beijing seiring dengan intensifikasi konsultasi antara Iran dan Tiongkok mengenai perkembangan regional dan dampak agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Araqchi mengadakan pembicaraan dengan Wang Yi di Beijing pada hari Rabu selama kunjungan diplomatik yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara kedua negara dalam menghadapi meningkatnya ketegangan regional yang dipicu oleh tindakan AS dan Israel terhadap Iran.
Kunjungan ini menandai perjalanan pertama Araqchi ke Tiongkok sejak pecahnya perang agresi AS-Israel pada 28 Februari, meskipun kedua menteri luar negeri tersebut tetap berhubungan dekat melalui beberapa percakapan telepon.
Selama pertemuan, kedua pihak bertukar pandangan tentang perkembangan keamanan regional, konsekuensi eskalasi militer asing di Asia Barat, dan cara untuk meningkatkan kerja sama bilateral.
China telah berulang kali menekankan perlunya penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran sambil mengkritik tindakan militer yang destabilisasi di kawasan tersebut. Beijing juga menyerukan solusi diplomatik untuk konflik.
Pembicaraan di Beijing diadakan menjelang pertemuan puncak antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan minggu depan di ibu kota China.
Ketegangan di Teluk Persia dan Selat Hormuz meningkat setelah pecahnya perang AS-Israel di Iran, dengan jalur air strategis tersebut menjadi titik fokus perhatian internasional karena pentingnya bagi pengiriman energi global.


