Beijing, Purna Warta – Menteri luar negeri China menyatakan bahwa Amerika tidak bisa menakuti Beijing melalui keputusan-keputusan terkait perdagangan bilateral. Perang dagang yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump dengan memberlakukan tarif tinggi terhadap banyak negara telah mengganggu volume perdagangan besar antara dua ekonomi terbesar dunia ini. Dalam konflik ini, baik China maupun AS telah mengumumkan tarif melebihi 100%, yang berujung pada pembatasan perdagangan, investasi, serta isu-isu budaya.
Baca juga: Intervensi dan Distorsi: Peran Rezim Zionis dalam Mengganggu Jalur Diplomasi
Xie Feng menegaskan pada Sabtu malam (waktu setempat), “Amerika Serikat tidak bisa menakuti China dengan keputusan mereka tentang perdagangan bilateral. Jika Washington ingin bernegosiasi mengenai masalah ini, mereka harus melakukan dialog setara dengan Beijing.”
Ia menambahkan, “Kenaikan dan inflasi bea cukai tidak menguntungkan siapa pun. Situasi ini mengacaukan operasi perdagangan, menaikkan biaya, memengaruhi pasar keuangan, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.”
Baca juga: Ratusan Tewas di Tepi Barat Saat Serangan Israel dan Kekerasan Pemukim Terus Berlanjut
Dubes Xie Feng menekankan, “Perang tarif bukan dimulai oleh China. Kami tidak ingin berkonflik, tetapi kami juga tidak akan gentar dengan tindakan AS. Kami tidak hanya membela hak dan kepentingan sah kami, tetapi juga menjaga tatanan perdagangan internasional. Jika Amerika Serikat ingin bernegosiasi, mereka harus bertindak dengan kesetaraan, saling menghormati, dan pengertian bersama.”


