Washington, Purna Warta – Presiden AS Donald Trump berjanji untuk meminta pertanggungjawaban semua provokator kekerasan dan persekusi bermotif politik.
Baca juga: Universitas-universitas Global Putuskan Hubungan Akademis dengan Israel Terkait Perang Gaza
“Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang berkontribusi pada kekejaman ini dan kekerasan politik lainnya, termasuk organisasi yang mendanai dan mendukung, serta mereka yang mengejar hakim, aparat penegak hukum, dan semua orang yang menertibkan negara kita,” ujarnya dalam sebuah pidato video di platform Truth Social miliknya setelah pembunuhan politisi konservatif Charlie Kirk, lapor TASS.
“Kekerasan dan pembunuhan adalah konsekuensi tragis dari menjelek-jelekkan orang-orang yang tidak sependapat dengan Anda, hari demi hari, tahun demi tahun,” katanya. “Kekerasan politik sayap kiri radikal telah melukai terlalu banyak orang tak berdosa dan merenggut terlalu banyak nyawa.”
“Seorang pembunuh mencoba membungkamnya dengan peluru, tetapi ia gagal karena bersama-sama kita akan memastikan bahwa suara, pesan, dan warisannya akan terus hidup untuk generasi-generasi mendatang yang tak terhitung jumlahnya,” janji Trump.
Baca juga: Pakistan dan Mesir Kutuk Agresi Israel terhadap Qatar
Menurut laporan media, upaya pembunuhan terhadap Charlie Kirk dilakukan dalam sebuah acara universitas di Orem, Utah, pada hari Rabu. Kirk meninggal dunia akibat luka di rumah sakit. Kirk, 31 tahun, seorang pendukung aktif Trump, telah berulang kali menentang pengiriman bantuan militer AS ke Ukraina.


