Sekjen PBB: Uji Coba Nuklir Menghancurkan Kepercayaan dan Harus Ada Larangan Uji Coba Global

New York, Purna Warta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat mendesak semua negara yang memiliki senjata nuklir untuk mempertahankan jeda pengujian dan meresmikan larangan global terhadap ledakan nuklir.

“Uji coba nuklir menghancurkan kepercayaan, memicu perlombaan senjata nuklir & mengkhianati setiap komunitas yang masih hidup dengan warisan uji coba nuklir di masa lalu,” tulis Guterres di perusahaan media sosial AS X, Anadolu Agency melaporkan.

Ia mendesak negara-negara untuk memberlakukan Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), sebuah perjanjian multilateral yang dimaksudkan untuk melarang semua peledakan nuklir, sambil menuntut komitmen baru untuk mengakhiri kegiatan tersebut.

Permohonan tersebut menyusul pengumuman dari Rusia mengenai peluncuran pelatihan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang “berkemampuan nuklir”.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa rudal berbahan bakar padat diluncurkan dari Kosmodrom Plesetsk, sebuah pelabuhan antariksa militer di wilayah barat laut Arkhangelsk, dan mencapai target yang ditentukan di tempat pelatihan Kura di wilayah Timur Jauh Kamchatka.

Moskow menegaskan bahwa peluncuran tersebut dimaksudkan untuk mengkonfirmasi “karakteristik taktis, teknis, dan penerbangan dari sistem rudal tersebut.”

Meskipun CTBT diadopsi pada tahun 1996 untuk menetapkan larangan global yang mengikat secara hukum terhadap semua ledakan uji coba nuklir, CTBT belum secara resmi mempunyai kekuatan hukum penuh karena sebagian negara-negara utama belum meratifikasi perjanjian tersebut.

Pengaktifan perjanjian tersebut tetap bergantung pada ratifikasi oleh semua negara “Annex 2”, yaitu negara-negara yang memiliki teknologi nuklir selama negosiasi perjanjian tersebut.

Pada tahun 2026, 188 negara telah menandatangani, dan 179 negara telah meratifikasi perjanjian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *