Pejabat Gedung Putih: Trump Tinggalkan Instruksi Suksesi Untuk Vance Jika Terjadi Pembunuhan

white house

Washington, Purna Warta – Kepala kontraterorisme Gedung Putih, Sebastian Gorka, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah meninggalkan instruksi tertulis bagi Wakil Presiden JD Vance jika dirinya dibunuh selama masa jabatan keduanya.

Pejabat tersebut menyampaikan pernyataan itu kepada New York Post, yang menerbitkannya pada Rabu.

Berbicara dalam podcast “Pod Force One” milik media tersebut, Gorka mengatakan bahwa protokol telah disiapkan untuk menjamin kelangsungan pemerintahan apabila presiden terbunuh.

“Ada sebuah surat di laci meja Resolute Desk yang ditujukan kepada wakil presiden jika sesuatu terjadi padanya,” kata Gorka.

“Kami memiliki protokol, percayalah. Bukan sesuatu yang bisa saya bahas, tetapi kami memiliki protokol.”

Pada Juli 2024, seorang pria bersenjata bernama Thomas Matthew Crooks melepaskan tembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, melukai telinga Trump sebelum akhirnya ditembak mati oleh penembak jitu.

Tersangka lain, Ryan Routh, ditangkap di dekat lapangan golf Trump di Florida setelah diduga mempersiapkan serangan.

Dugaan upaya pembunuhan terbaru terjadi pada 25 April saat acara White House Correspondents’ Dinner, ketika tersangka Cole Allen berhasil dilumpuhkan agen Secret Service sebelum mencapai ruang utama acara.

Allen telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal, termasuk percobaan pembunuhan terhadap presiden.

Laporan New York Post muncul ketika tingkat popularitas Trump turun ke titik terendah di tengah kemarahan publik secara nasional terhadap kebijakan-kebijakannya yang dianggap tidak stabil, termasuk sikap agresifnya bahkan terhadap sekutu-sekutu Washington, yang pada gilirannya memicu kecaman internasional luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *