PBB Menyatakan Jumlah Pengungsi Paksa Turun Menjadi 118 Juta

New York, Purna Warta – Jumlah pengungsi paksa turun untuk pertama kalinya dalam satu dekade pada tahun 2025, karena lebih banyak orang kembali ke rumah meskipun ketidakamanan masih berlanjut, kata badan pengungsi PBB pada hari Kamis.

Pada akhir tahun, 117,8 juta orang masih mengungsi di seluruh dunia, 5,4 juta lebih sedikit daripada tahun 2024, kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dalam sebuah laporan, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Penurunan ini didorong oleh peningkatan tajam dalam kepulangan, dengan 14,7 juta pengungsi kembali ke tempat asal mereka, termasuk 4,4 juta pengungsi, jumlah tertinggi kedua yang tercatat dalam 60 tahun.

Dari mereka yang mengungsi pada akhir tahun 2025, 41,6 juta adalah pengungsi. Hampir 5,4 juta orang menjadi pengungsi selama tahun tersebut, dengan 60% melarikan diri dari hanya delapan negara, termasuk hampir 1 juta dari Sudan dan hampir 800.000 dari Ukraina.

Laporan tersebut juga menyoroti krisis pengungsian baru pada tahun 2026. Serangan Israel di Lebanon sejak Maret memaksa lebih dari 1 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Badan PBB tersebut juga memperingatkan tentang menyusutnya peluang pemukiman kembali pengungsi. Meskipun 2,9 juta pengungsi membutuhkan pemukiman kembali, tempat yang tersedia turun dari angka tertinggi dalam empat dekade yaitu 188.800 pada tahun 2024 menjadi hanya 81.800 pada tahun 2025, sebagian besar karena penurunan tajam dalam penerimaan pengungsi dari AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *