Korban Perang Tersembunyi di Washington: Kematian Militer AS Melebihi Angka Publik Pentagon

Washington, Purna Warta – Meningkatnya kerugian manusia dan finansial akibat agresi AS terhadap Iran kini mendapat sorotan baru ketika sebuah laporan baru menimbulkan pertanyaan tentang apakah Washington secara terbuka mengungkapkan jumlah lengkap personel militer Amerika yang tewas selama konflik tersebut.

Menurut investigasi Washington Post yang diterbitkan pada tanggal 18 September, enam pejabat AS yang mengetahui penghitungan korban internal Departemen Pertahanan mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa jumlah kematian militer Amerika di Timur Tengah lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan secara publik oleh Pentagon.

Lima pejabat mengatakan bahwa setidaknya 22 anggota militer AS telah tewas, empat lebih banyak dari 18 korban jiwa yang tercantum dalam Sistem Analisis Korban Pertahanan publik Pentagon, yang dikenal sebagai DCAS.

Pejabat keenam memberikan angka yang lebih tinggi lagi, dengan mengatakan 23 anggota militer telah tewas sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan agresi militer terhadap Iran.

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi penanganan perang oleh pemerintah AS dan informasi yang diberikan kepada publik Amerika.

Angka-angka Pentagon sedang diawasi

Basis data korban publik Pentagon mencatat 18 korban jiwa militer Amerika pada tanggal 18 September. Namun, para pejabat yang dikutip oleh The Washington Post mengatakan angka internal lebih tinggi.

Para pejabat tersebut berbicara secara anonim karena mereka mendiskusikan informasi korban internal Departemen Pertahanan.

The Washington Post melaporkan bahwa keadaan seputar kematian tambahan tersebut masih belum jelas, termasuk identitas mereka yang diduga tewas, lokasi kematian mereka, dan apakah setiap kematian disebabkan langsung oleh pertempuran dengan Iran.

Salah satu pejabat mengatakan bahwa tidak semua korban jiwa tambahan disebabkan langsung oleh konflik itu sendiri, namun melibatkan personel Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah ketika permusuhan terus berlanjut.

Pejabat yang sama mengatakan bahwa tiga kontraktor AS yang berbasis di wilayah tersebut juga tewas sejak operasi tempur dimulai.

Pentagon menolak menjawab pertanyaan surat kabar tersebut mengenai perbedaan tersebut.

Pertanyaan mengenai apa yang dikatakan Washington kepada publik Amerika

Kontroversi ini muncul ketika pemerintahan Trump terus menghadapi pengawasan ketat atas presentasinya mengenai perang terhadap Iran.

Basis data korban Pentagon seharusnya menyediakan catatan publik mengenai kematian dan cedera militer Amerika dalam konflik di luar negeri. Pelaporan yang akurat bukan hanya soal statistik: klasifikasi korban juga dapat mempengaruhi penyelidikan militer dan tunjangan penyintas yang tersedia bagi keluarga anggota militer yang gugur.

The Washington Post melaporkan bahwa pemerintah telah menghadapi kritik pada awal tahun ini setelah empat kematian militer AS untuk sementara tidak dimasukkan dalam penghitungan resmi Pentagon.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa permusuhan yang baru terjadi kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori “Operasi Luar Negeri” yang lebih luas daripada secara langsung dikaitkan dengan apa yang disebut sebagai Operasi Epic Fury oleh pemerintah.

Bagi para pengkritik kebijakan militer Washington, kontroversi ini menimbulkan pertanyaan yang lebih luas: seberapa besar korban jiwa akibat perang tersebut yang terlihat oleh publik Amerika?

Ratusan orang terluka ketika konflik berlanjut

Jumlah korban tewas hanyalah sebagian dari biaya militer.

Menurut database korban publik Pentagon, lebih dari 820 anggota militer AS terluka dalam aksi sejak konflik dimulai.

Banyak dari cedera tersebut dilaporkan akibat serangan balik Iran terhadap instalasi militer AS di Timur Tengah, termasuk cedera otak traumatis.

Serangan yang terus berlanjut juga telah merusak fasilitas militer Amerika di seluruh kawasan.

Oleh karena itu, konflik ini semakin membebani pasukan AS bahkan ketika Washington terus mempertahankan kampanye militernya melawan Iran.

Miliaran dolar dihabiskan untuk perang

Korban jiwa juga disertai dengan kerugian finansial yang sangat besar.

Perkiraan terpisah Komando Pusat AS yang dilaporkan ke Kongres menyebutkan biaya perang sekitar $43,6 miliar hingga awal September.

Dari jumlah tersebut, sekitar $28 miliar dihabiskan untuk amunisi, menurut laporan yang ditinjau oleh The Washington Post.

Pengeluaran yang sangat besar ini terjadi ketika pemerintahan Trump sedang mencari usulan anggaran militer sebesar $1,5 triliun dan meminta Kongres untuk memberikan paket tambahan sebesar $95 miliar untuk membantu membiayai perang terhadap Iran dan prioritas lainnya.

Angka-angka tersebut menggambarkan skala komitmen militer Washington pada saat konflik juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan pasar energi global.

Harga perang melampaui medan perang

Perang juga berdampak pada pasar minyak dan pelayaran internasional.

Penutupan Selat Hormuz oleh Teheran telah mengganggu jalur penting energi internasional, sementara konflik tersebut telah berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi dan gejolak di pasar keuangan.

Oleh karena itu, bagi Amerika Serikat, konsekuensinya tidak hanya terbatas pada pangkalan militer dan medan perang saja.

Pembayar pajak Amerika pada akhirnya menanggung beban keuangan akibat perang yang pengeluaran militer langsungnya telah mencapai puluhan miliar dolar.

Pada saat yang sama, anggota militer Amerika terus terbunuh dan terluka ribuan mil dari daratan Amerika.

Meningkatnya tekanan politik di Amerika Serikat

Pengungkapan ini terjadi di tengah meningkatnya kontroversi politik mengenai perang di Amerika Serikat.

Jajak pendapat Reuters-Ipsos pada bulan September yang dikutip oleh Washington Post menemukan bahwa 28 persen warga Amerika mendukung pendekatan Donald Trump terhadap Iran, sementara 62 persen tidak setuju.

Kongres juga melihat adanya upaya untuk menentang cara pemerintah menangani konflik tersebut.

Tujuh anggota parlemen dari Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat dalam mendukung tindakan yang dimaksudkan untuk menghentikan perang, meskipun tindakan tersebut sebagian besar hanya bersifat simbolis.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat juga menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaporan korban di Pentagon dan telah mengusulkan undang-undang yang dimaksudkan untuk mencegah apa yang mereka gambarkan sebagai manipulasi data korban pemerintah.

tanggapan Washington

Pemerintahan Trump telah menolak tuduhan bahwa Pentagon menyembunyikan kematian militer.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dengan tegas menolak pemberitaan Washington Post, dan menggambarkan klaim di media sosial sebagai “kebohongan total.” Reuters melaporkan bahwa Pentagon sendiri menolak untuk mengatasi perbedaan spesifik tersebut ketika ditanyai oleh Washington Post.

Oleh karena itu, perbedaan antara angka yang dilaporkan secara publik dan angka yang diberikan oleh pejabat yang tidak disebutkan namanya masih diperdebatkan.

Angka kematian Pentagon yang didokumentasikan secara publik adalah 18 kematian, sementara lima pejabat yang dikutip oleh Post mengatakan angka internal setidaknya 22, dan pejabat lain mengatakan jumlahnya 23.

Sebuah perang yang dampaknya semakin sulit untuk disembunyikan

Berapa pun jumlah korban akhir yang ada, bukti yang ada sudah menunjukkan besarnya dampak konflik.

Lebih dari 800 anggota militer Amerika terluka menurut database publik Pentagon. Militer AS telah menghabiskan puluhan miliar dolar untuk perang ini, termasuk sekitar $28 miliar untuk amunisi. Pangkalan-pangkalan Amerika mengalami kerusakan, persediaan militer telah habis, dan konflik telah mengguncang pasar energi global.

Perselisihan yang muncul mengenai jumlah korban menambah dimensi lain dalam konflik ini: perebutan informasi itu sendiri.

Bagi masyarakat Amerika, pertanyaan utamanya bukan lagi sekedar seberapa besar kerugian yang ditanggung Washington dalam bentuk dolar dan sumber daya militer, namun apakah total korban jiwa dilaporkan secara akurat.

Ketika konflik berlanjut, perbedaan antara angka yang dilaporkan Pentagon dan angka yang dilaporkan oleh pejabat AS akan tetap menjadi masalah yang memerlukan transparansi yang lebih besar.

Keluarga para anggota militer Amerika yang gugur, pembayar pajak Amerika, dan masyarakat mempunyai kepentingan langsung untuk mengetahui dampak sebenarnya dari perang yang dilakukan atas nama mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *