Gelombang Besar Protes “Tanpa Raja” Melawan Trump di Seluruh Amerika Serikat dan Eropa

No kingk

Washington, Purna Warta – Sekitar tujuh juta orang di seluruh Amerika Serikat dan Eropa turun ke jalan dalam rangka demonstrasi bertajuk “Tanpa Raja”, untuk menyuarakan protes terhadap korupsi dan ketidakmampuan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini terjadi di saat popularitas Trump kian menurun di dalam negeri.

Baca juga: Hamas Berjanji Patuhi Gencatan Senjata Gaza, Sementara Pejabat AS Khawatir Israel Ingkar Janji

Menurut laporan Axios, sekitar tujuh juta warga Amerika Serikat pada hari Sabtu ikut serta dalam demonstrasi nasional yang menentang korupsi dan ketidakmampuan pemerintahan Trump. Gelombang besar protes ini, yang diselenggarakan di bawah slogan “Tanpa Raja”, menjadi simbol kemarahan publik terhadap kebijakan Trump.

Aksi-aksi protes ini berlangsung serentak di puluhan kota besar di Amerika Serikat dengan berbagai slogan seperti “Hapus rezim ini” dan “Bahaya! Bahaya! Seorang tiran di Gedung Putih!” Menariknya, saat demonstrasi mencapai puncaknya, Trump justru menghabiskan akhir pekannya di kediaman pribadinya di Florida.

Pusat utama aksi protes berada di Washington D.C., di mana puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di dekat Gedung Putih dan gedung Kongres. Pawai “Tanpa Raja” di ibu kota menjadi salah satu demonstrasi terbesar dengan partisipasi luas para penentang kebijakan Trump. Warga Washington turut menyuarakan kemarahan mereka terhadap pemerintah federal melalui aksi yang diikuti sekitar 200 ribu orang.

Di kota Nashville, negara bagian Tennessee, para penentang kebijakan Trump juga turun ke jalan. Sementara itu, negara bagian Georgia, Illinois, Massachusetts, dan California menjadi saksi demonstrasi besar-besaran yang diikuti puluhan ribu peserta.

Baca juga: Investigasi Ungkap Komandan Israel di Balik Pembunuhan Anak Palestina Hind Rajab dan Dua Paramedis

Di seberang Atlantik, ratusan orang di London ikut serta dalam unjuk rasa anti-Trump yang awalnya digelar dengan nama “Tanpa Raja” namun kemudian berganti menjadi “Tidak untuk Para Penindas”. Para demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menyatakan penolakan mereka terhadap kebijakan dan tindakan Presiden Trump.

Selain itu, beberapa ratus orang — sebagian besar warga Amerika yang tinggal di luar negeri — juga berkumpul di Paris dan Madrid pada hari Sabtu untuk menyatakan dukungan terhadap gerakan “Tanpa Raja”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *