Era Subsidi Pertahanan AS untuk ‘Negara-Negara Kaya’ Telah Berakhir, Kata Hegseth

Washington, Purna Warta – Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada hari Jumat bahwa sekutu AS yang kaya harus mengambil bagian yang lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan, menyatakan bahwa Washington tidak akan lagi mensubsidi keamanan mereka.

Berbicara di Dialog Shangri-La 2026 di Singapura, Hegseth mengatakan AS sedang mengejar model aliansi baru yang berpusat pada pembagian beban dan kemandirian di antara negara-negara mitra, lapor Anadolu Agency.

“Era Amerika Serikat mensubsidi pertahanan negara-negara kaya telah berakhir. Kita membutuhkan mitra, bukan protektorat,” kata Hegseth.

Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai pergeseran menuju “tanggung jawab bersama, bukan ketergantungan,” dengan alasan bahwa aliansi harus berkembang untuk menghadapi tantangan keamanan di masa depan.

Hegseth mengatakan Presiden AS Donald Trump telah menegaskan bahwa aliansi hanya berfungsi jika semua anggota memberikan kontribusi yang berarti untuk pertahanan kolektif.

“Ini adalah jalan dua arah,” katanya. “Anda tidak akan memiliki aliansi yang kuat kecuali semua orang memiliki peran serta.”

Hegseth mengatakan pemerintah merasa optimis dengan komitmen pertahanan yang telah dibuat oleh beberapa mitra Indo-Pasifik, termasuk Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

“Di kawasan ini, saya optimis bahwa sekutu kita… akan meningkatkan kontribusi mereka dan benar-benar meningkatkannya. Bahkan, kita sudah melihat kemajuan,” katanya.

Hegseth juga memperingatkan bahwa negara-negara yang tidak mau meningkatkan kontribusi mereka dapat menghadapi perubahan dalam hubungan mereka dengan Washington.

“Sekutu yang menolak untuk meningkatkan kontribusi dan memikul tanggung jawab mereka sendiri untuk pertahanan kolektif kita akan menghadapi perubahan yang jelas dalam cara kita bekerja sama,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *