Washington, Purna Warta – Anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mengambil langkah baru untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS, yang oleh anggota DPR Jamie Raskin disebut sebagai “jalur tercepat untuk memakzulkan Donald Trump.”
Langkah tersebut muncul setelah pernyataan Trump yang mengancam akan “menghancurkan peradaban Iran”.
Pemimpin minoritas di DPR AS Hakeem Jeffries mengumumkan akan menggelar pengarahan virtual mengenai pertanggungjawaban pemerintahan Trump dan kemungkinan penerapan Amandemen ke-25. Sejumlah legislator Demokrat menilai ancaman Trump sebagai pernyataan yang “mengerikan”, “gila”, bahkan dapat dikategorikan sebagai “kejahatan perang”.
Dalam pernyataannya, Jeffries menulis bahwa “secara mengerikan Donald Trump mengancam akan meningkatkan perang pilihannya dalam kemarahan yang tidak pantas pada hari Paskah dan bahkan menghancurkan seluruh peradaban,” merujuk pada unggahan Trump di platform Truth Social.
Ia menambahkan bahwa Partai Demokrat akan terus memberikan tekanan maksimal kepada anggota Partai Republik agar menempatkan kepentingan nasional di atas loyalitas partai dan bergabung dengan Demokrat untuk menghentikan tindakan yang disebutnya sebagai “kegilaan”.
Pengumuman tersebut muncul setelah lebih dari 85 anggota DPR dari Partai Demokrat, serta dua senator Demokrat, menyerukan pemakzulan Trump atau meminta Wakil Presiden JD Vance bersama kabinet mengadakan pertemuan untuk menyingkirkan Trump melalui aktivasi Amandemen ke-25.
Seorang anggota senior Demokrat di DPR menyatakan bahwa puluhan anggota parlemen telah secara terbuka mendukung aktivasi Amandemen ke-25. Ia mengatakan para legislator “sangat, sangat marah” terhadap komentar Trump, sementara pimpinan partai menghadapi tekanan kuat untuk mengambil sikap yang lebih tegas.
Seorang tokoh progresif senior di DPR juga mengatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan tuntutan publik.
“Ini yang diinginkan para pemilih. Tindakan Trump dalam beberapa hari terakhir sangat menakutkan,” ujarnya.
Selain pengarahan tersebut, Jeffries juga mengumumkan bahwa Demokrat akan berusaha memperoleh persetujuan bulat untuk meloloskan resolusi yang membatasi kewenangan presiden dalam perang melawan Iran pada sesi formal DPR pada Kamis pagi, sebagai langkah untuk menekan Partai Republik.
Sementara itu, Jamie Raskin—yang secara terbuka menyerukan aktivasi Amandemen ke-25—mengatakan kepada situs berita Axios bahwa terdapat kekhawatiran besar di seluruh negeri atas ancaman Trump yang dinilai “gila” dan berpotensi menjadi kejahatan perang.
Ia menambahkan bahwa meskipun konstitusi tidak dirancang secara sempurna untuk keadaan darurat semacam ini, Amandemen ke-25 merupakan “jalur paling dekat” untuk respons federal. Menurutnya, amandemen tersebut juga memungkinkan Kongres membentuk “badan khusus” untuk menentukan apakah presiden masih layak tetap menjabat.


