Preval, Purna Warta – Serangan geng bersenjata di kota Preval, Haiti bagian tengah telah menewaskan sedikitnya 50 orang, termasuk anak-anak dan seorang pendeta tua, dalam salah satu serangan paling mematikan di tengah meningkatnya krisis keamanan di negara itu.
Baca juga: Malnutrisi Parah Mengancam 70.000 Anak Gaza Saat Anak Lain Meninggal karena Kelaparan
Mereka tewas ketika sebuah geng bersenjata menyerbu kota Preval di Haiti tengah, media lokal melaporkan, mengutip sumber berita asing. Para penyerang membakar rumah-rumah, menjarah sebuah gereja, dan membunuh warga sipil dalam apa yang digambarkan para saksi sebagai pembantaian brutal.
Di antara para korban adalah Pendeta Jocques Brutus yang berusia 86 tahun, yang dilaporkan dipenggal oleh para penyerang di Gereja Maranatha.
“Setidaknya 50 mayat ditemukan. Mencapai lokasi pembantaian hampir mustahil karena geng-geng itu masih memegang kendali. Empat belas mayat ditemukan dipenggal dan dibakar,” kata seorang saksi mata kepada kantor berita Spanyol, EFE.
Kelompok itu diyakini beroperasi dengan nama “Koalisi Bela Diri,” menurut laporan awal. Konferensi Uskup Haiti menyatakan “duka mendalam” atas pembunuhan itu dan meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan cepat dan tegas.
Baca juga: Vandalisme Pro-Zionis Menargetkan Masjid-Masjid Austin dalam Serangan Berlatar Kebencian
Haiti telah terperosok dalam krisis yang makin parah, dengan sebagian besar ibu kota, Port-au-Prince, sekarang berada di bawah kendali geng. Lebih dari 11 juta orang menghadapi kerawanan pangan, menurut lembaga-lembaga kemanusiaan.
Pada tahun 2024 saja, kekerasan terkait geng telah merenggut lebih dari 5.600 nyawa, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.


