Tunis, Purna Warta – Masyarakat di Tunisia, Libya, dan Turki telah menggelar unjuk rasa untuk mengutuk kejahatan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, tempat rezim tersebut melancarkan perang genosida dan dengan sengaja membuat 2,3 juta penduduknya kelaparan hingga mati.
Protes di Tunisia berlangsung di luar kedutaan besar AS dan Mesir pada hari Sabtu, dengan para peserta menuntut segera diakhirinya blokade Israel yang tidak manusiawi di Gaza.
Mereka juga mengatakan bahwa pengepungan Israel adalah keputusan politik dan harus ditanggapi dengan aksi akar rumput.
Di Libya, para demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar Mesir di Tripoli, menuntut pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah dan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga di Jalur Gaza.
Di Turki, sebuah protes digelar di luar konsulat Israel di Istanbul untuk menentang genosida Israel dan kelaparan yang dialami warga Palestina di Gaza.
Israel melancarkan serangan brutalnya di Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan Hamas melancarkan operasi bersejarahnya terhadap entitas pendudukan sebagai balasan atas kekejaman rezim yang semakin intensif terhadap rakyat Palestina.
Rezim Tel Aviv sejauh ini gagal mencapai tujuan yang dicanangkannya untuk melenyapkan Hamas dan membebaskan semua tawanan di Gaza, meskipun telah menewaskan 59.733 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai 144.477 lainnya.
Baca juga: Kelompok Hak Asasi Manusia Konfirmasi Genosida di Gaza
Kelaparan massal juga melanda Gaza akibat blokade total Israel terhadap wilayah tersebut yang mencegah masuknya semua pasokan penting.
PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan mengatakan Israel menggunakan makanan sebagai senjata perang, sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.


