N’Djamena, Purna Warta – Sedikitnya 22 orang tewas di Chad selatan dalam tindak kekerasan etnis antara penggembala nomaden dan petani yang menetap.

Jam malam diberlakukan di wilayah Kabbia tempat pertempuran itu terjadi dan 66 orang ditangkap menyusul insiden yang terjadi pada Senin dan Selasa itu.

Pemicu kekerasan tersebut adalah pencurian ternak, dimana hewan-hewan ternak menginjak-injak ladang petani.

Bentrokan itu menewaskan 11 orang dari setiap kubu. Beberapa orang terkena panah dan 34 lainnya cedera.

Beberapa desa milik kedua kubu juga ikut dibakar.

Konfrontasi dimulai meskipun telah ada upaya mediasi pada hari Senin.

Ketegangan antara kubu petani yang menetap dengan kubu penggembala nomaden di wilayah yang gersang sudah memanas selama bertahun-tahun. Terkadang ketegangan iut berubah menjadi bentrokan yang mematikan.

Sebagian besar konflik mengikuti skenario yang sama: penggembala, terkadang melintasi perbatasan dari Sudan, membawa ternak mereka ke ladang petani, merusak tanaman dan memicu konfrontasi antar komunitas.

Baca juga: PM Israel: Saya Tidak Ingin Kalian Tahu Detail Kerja yang Saya Lakukan Seminggu ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + eleven =