Kecelakaan Helikopter di Ghana Tewaskan Menteri Pertahanan, Menteri Lingkungan Hidup, dan 6 Lainnya

Accra, Purna Warta  – Sebuah helikopter militer jatuh di Ghana pada hari Rabu, menewaskan delapan orang di dalamnya, termasuk menteri pertahanan dan menteri lingkungan hidup negara Afrika Barat tersebut serta dua pejabat tinggi lainnya, kata pemerintah.

Baca juga: Protes Meletus di Luar Hotel Trump di New York Menentang Taktik Kelaparan Israel di Gaza

Kecelakaan itu merupakan salah satu bencana udara terburuk di Ghana dalam lebih dari satu dekade.

Militer Ghana mengatakan helikopter tersebut lepas landas pada pagi hari dari ibu kota, Accra, dan sedang menuju barat laut ke pedalaman menuju area pertambangan emas Obuasi di wilayah Ashanti ketika menghilang dari radar. Puing-puingnya kemudian ditemukan di wilayah Adansi, Ashanti, AP melaporkan.

Penyebab kecelakaan belum diketahui, dan militer mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.

Menteri Pertahanan Edward Omane Boamah dan Menteri Lingkungan Hidup Ibrahim Murtala Muhammed tewas, begitu pula Samuel Sarpong, wakil ketua partai berkuasa Kongres Demokratik Nasional, Muniru Mohammed, penasihat keamanan nasional utama, dan keempat awaknya.

Para pelayat berkumpul di kediaman Boamah serta di kantor pusat partai, dan pemerintah Ghana menyebut kecelakaan itu sebagai “tragedi nasional.”

Media pemerintah melaporkan bahwa pesawat itu adalah helikopter Z-9 yang sering digunakan untuk transportasi dan evakuasi medis.

Baca juga: Israel Membunuh 28 Anak Setiap Hari di Gaza, PBB Konfirmasi

Sebuah video daring dari lokasi kecelakaan menunjukkan puing-puing terbakar di hutan sementara beberapa orang berdatangan untuk membantu.

Pada Mei 2014, sebuah helikopter dinas jatuh di lepas pantai Ghana, menewaskan sedikitnya tiga orang. Pada tahun 2012, sebuah pesawat kargo melintasi landasan pacu di Accra, ibu kota Ghana, dan menabrak sebuah bus yang penuh penumpang, menewaskan sedikitnya 10 orang.

Semua orang di dalamnya tewas dalam kecelakaan itu, kata pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *