Purna Warta – Barcelona resmi melayangkan protes kepada RFEF menyusul kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama Copa del Rey, Jumat (13/2) dini hari WIB. Kekalahan tersebut diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan.
Dalam laga itu, gol Pau Cubarsi dianulir melalui proses yang memicu perdebatan. Selain itu, potensi kartu merah untuk Giuliano Simeone atas pelanggaran keras tidak berujung sanksi tegas dari wasit.
Situasi tersebut memicu frustrasi di kubu Blaugrana. Pelatih Hansi Flick dan jajaran klub disebut kecewa terhadap standar pengambilan keputusan yang dinilai inkonsisten sepanjang pertandingan.
Sebagai tindak lanjut, Barcelona mengirimkan surat pengaduan resmi kepada federasi. Langkah ini menegaskan sikap klub dalam menuntut kejelasan dan transparansi atas kinerja wasit serta penggunaan VAR.
Dalam pernyataan resmi, Barcelona mengonfirmasi telah mengirim surat kepada Presiden RFEF, Presiden Komite Teknis Wasit (CTA), kepala VAR, serta Direktur Penasihat Hukum federasi.
“FC Barcelona melaporkan bahwa mereka telah mengirimkan surat resmi pada hari Sabtu, 14 Februari, kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), yang ditujukan kepada Presidennya, Presiden Komite Teknis Wasit (CTA), kepala VAR, dan Direktur Penasihat Hukum, di mana Klub menyatakan keprihatinan mendalamnya tentang kriteria homogen yang berulang,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Dalam dokumen tersebut, Barcelona menyoroti lima aspek utama yang menjadi perhatian antara lain:
- Kurangnya konsistensi dalam kriteria disiplin
- Kriteria yang saling bertentangan dalam tindakan wasit
- Akumulasi kesalahan yang relevan
- Penerapan dan transparansi VAR


