Purna Warta – Xabi Alonso hanya bertahan tujuh bulan sebagai pelatih Real Madrid sebelum diberhentikan Florentino Perez. Keputusan ini diumumkan sehari setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Di Bayer Leverkusen, Alonso berhasil mengakhiri dominasi Bayern Munchen dan membangun reputasi impresif. Namun, pengaruhnya di Santiago Bernabeu tidak sekuat di Jerman.
Meskipun memiliki rata-rata poin per pertandingan 2,24, Alonso gagal mendapat respek dari ruang ganti yang penuh ego. Hal ini menjadi faktor utama kegagalannya di Santiago Bernabeu.
Alonso tetap diminati banyak klub muda Eropa dan tidak akan kekurangan peminat. Real Madrid kini fokus mencari pengganti permanen yang tepat.
Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih interim, sementara klub kemungkinan menunggu hingga musim panas untuk keputusan final. Transfermarkt pun mengidentifikasi lima kandidat potensial untuk posisi tersebut.
1. Zinedine Zidane
Zidane muncul sebagai kandidat terdepan untuk kembali ke Madrid dalam masa jabatan ketiga. Legenda Prancis ini pernah memenangkan tiga Liga Champions berturut-turut bersama Los Blancos.
Zidane dikenal memiliki kemampuan manajerial untuk menyatukan ruang ganti yang terpecah. Ia mengaku ingin kembali ke dunia kepelatihan namun juga memiliki kesepakatan verbal untuk menggantikan Didier Deschamps di timnas Prancis setelah Piala Dunia.
2. Thomas Tuchel
Tuchel termasuk nama paling menonjol di antara pelatih yang kontraknya habis musim panas ini. Pelatih Jerman ini sebelumnya diminta mengakhiri paceklik trofi di Inggris namun kini diharapkan kembali ke manajemen klub.
Tuchel adalah pelatih kelas dunia dan taktiknya termasuk elit. Ia pernah memenangkan Liga Champions bersama Chelsea serta gelar liga di Bayern Munich dan PSG.
3. Jurgen Klopp
Klopp sempat dikabarkan akan kembali ke manajemen dengan Real Madrid. Namun, pelatih asal Jerman itu menepis rumor tersebut dan menyatakan tidak tertarik kembali menangani klub.
Saat ini Klopp menjabat sebagai Head of Global Soccer di Red Bull. Meski demikian, masih ada keraguan apakah ia akan benar-benar menepati ucapannya untuk tidak kembali ke kursi pelatih.


