Purna Warta – PSG datang ke Allianz Arena dengan modal tipis, tetapi sangat berharga. Kemenangan 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions membuat wakil Prancis itu hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket menuju final di Budapest.
Keunggulan satu gol memang belum membuat situasi aman. Bayern Munchen tetap menjadi ancaman besar, apalagi mereka akan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh publik Allianz Arena. Tim asuhan Vincent Kompany juga dikenal sangat agresif musim ini, bahkan menjadi salah satu tim paling produktif di Eropa.
Leg pertama di Paris berubah menjadi pertunjukan luar biasa. Sembilan gol tercipta dalam duel terbuka yang memperlihatkan kualitas menyerang kedua tim. PSG tampil lebih efektif, tetapi Bayern sebenarnya unggul dalam sejumlah statistik penting seperti penguasaan bola, expected goals, dan jumlah sentuhan di kotak penalti lawan.
Situasi itu membuat leg kedua diprediksi kembali berjalan panas. Luis Enrique kemungkinan tidak akan mengubah pendekatan ofensifnya, meski kehilangan Achraf Hakimi akibat cedera hamstring. Sebaliknya, Bayern dipastikan tampil habis-habisan karena mereka wajib menang untuk membalikkan agregat.
Ousmane Dembele
Tak ada pemain PSG yang lebih berbahaya saat ini selain Ousmane Dembele. Penyerang Prancis itu tampil luar biasa pada leg pertama dengan mencetak dua gol dan menjadi pusat permainan menyerang PSG.
Khvicha Kvaratskhelia
Khvicha Kvaratskhelia menjadi pemain paling sulit dihentikan Bayern pada leg pertama. Winger asal Georgia itu mencetak dua gol dan terus meneror sisi kanan pertahanan Die Roten sepanjang pertandingan.
Vitinha
Jika Dembele dan Kvaratskhelia menjadi wajah agresivitas PSG, maka Vitinha adalah otak permainan mereka.
Gelandang Portugal itu memang tidak terlalu mencolok pada leg pertama karena pertandingan berjalan sangat terbuka. Namun, justru di laga seperti leg kedua nanti, peran Vitinha akan menjadi sangat penting.


