HomeAnalisaTernyata, Program Nuklir AS Juga Diretas

Ternyata, Program Nuklir AS Juga Diretas

Purna Warta – Salah satu media AS mengklaim bahwa para hacker juga membobol sistem Agen Nasional Keamanan Nuklir Washington, salah satu instansi di bawah pemerintah federal.

Politico mengutip beberapa koresponden dan melaporkan bahwa Kementerian Energi dan Agen Nasional Keamanan Nuklir AS termasuk instansi yang diretas oleh para hacker.

Agen Nasional Keamanan Nuklir AS adalah salah satu instansi di bawah kontrol pemerintah federal. Dan mereka bertugas untuk mengontrol dan mengawasi rumah produksi senjata nuklir.

Dua instansi pemerintah tersebut menyatakan, “Ada gerak-gerik mencurigakan yang terdeteksi di komisi federal regulasi energi, lab nuklir nasional Sandia dan Los Amos dan beberapa lainnya.”

Berdasarkan laporan ini, Kementerian Energi dan Instansi Keamanan Nasional Nuklir, pada hari Kamis, telah mengirim pesan ke instansi-instansi terkait dalam Kongres tentang kasus peretasan ini.

Sementara penyelidikan telah dilakukan oleh federal di Kementerian Energi dan Instansi Keamanan Nasional Nuklir dari beberapa hari lalu. Mereka mencari tahu informasi apa yang dicuri dan yang tidak.

Koresponden kepada Politico menjelaskan, petinggi Kementerian Energi hingga saat ini belum mendapatkan kepastian apakah hacker telah mencuri sesuatu atau tidak. Menurut pernyataan mereka, penyelidikan terus berlanjut dan mungkin kerugian harus ditebus untuk waktu yang lama beberapa minggu ke depan.

Retasan para hacker ini, menurut sorotan Politico, membuktikan kelemahan instansi Kementerian Energi AS. Ini adalah sinyal paling berbahaya. Mereka telah masuk ke jaringan utama keamanan nasional Amerika Serikat.

Hingga hari Kamis diyakini bahwa para hacker meretas jaringan-jaringan instansi federal melalui retasan mereka ke perusahaan Solar Winds, sebagai pemasok utama produk teknologi informatika untuk ratusan instansi pemerintah dan perusahaan khusus AS.

Namun pada Kamis malam, beberapa pejabat pemerintah federal Amerika memperingatkan bahwa hacker menggunakan malware dan jaringan serangan lebih banyak dari yang telah diprediksi sebelumnya.

New York Times menganalisa bahwa peringatan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS ini adalah satu bukti penegas akan analisa yang diprediksikan oleh perusahaan keamanan cyber, Fire Eye. Fire Eye menjelaskan sebelumnya bahwa kemungkinan para hacker menggunakan banyak jaringan untuk menyerbu.

Fire Eye adalah satu perusahaan keamanan cyber pertama yang telah memperingatkan pemerintah AS akan keberhasilan para hacker dalam meretas jaringan utama, yang bertugas mengawasi perangkat lunak yang digunakan instansi-instansi pemerintah sedari musim semi tahun ini. Menurut analisa mereka, para hacker terjaring dengan instansi intel Rusia.

Mengungkap jalan tikus untuk menyerang adalah hal yang paling menyulitkan para penyelidik federal yang bertugas menyelidiki kuantitas kerugian dan jumlah informasi yang telah dicuri.

Para penyelidik sedang bekerja untuk mendalami kasus di jaringan komputer yang digunakan oleh Kementerian Keuangan, Pentagon, Kementerian Perdagangan dan program nuklir AS.

Instansi-instansi keamanan dan intel AS mengatakan bahwa serangan ini terus berlanjut. Dikarenakan kompleksitas, kuantitas kerugian yang diakibatkan belum bisa diketahui.

FBI, Direktur Intel Nasional dan Agen Keamanan Cyber AS dalam pernyataan bersama mengumumkan pembentukan tim khusus untuk membalas serangan peretas ini.

Peretasan telah dilakukan berbulan-bulan. Dilaporkan bahwa pada bulan Maret, para hacker telah memasukkan malware dalam update perangkat lunak terbaru perusahaan Solar Winds. Orion adalah sistem buatan Solar Winds yang banyak digunakan oleh pemerintah dan perusahaan khusus AS.

Baca juga: Rafael Grossi: Iran Ingin Perdamaian Global

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 8 =