HomeAnalisaKenapa Emirat Ingin Bangun Pangkalan Militer Israel di Socotra?

Kenapa Emirat Ingin Bangun Pangkalan Militer Israel di Socotra?

Purna Warta – Hashim Saad al-Saqatri, Gubernur Socotra, Yaman, mengatakan bahwa Emirat akhirnya menyiapkan perlengkapan kebutuhan untuk kedatangan tim militer asing ke provinsi Socotra.

Pengiriman delegasi militer asing-Emirat ini tentu terkait pada tujuan mereka untuk membangun markas serta pangkalan militer di Qadamah, daerah Qatinan dan di wilayah Momi untuk Zionis. Daerah ini adalah wilayah strategis yang berbatasan dengan pintu gerbang Teluk Aden, Afrika Selatan, Samudra Hindia dan laut Makran, Oman. Tujuan urgen mereka adalah merubah Socotra menjadi pangkalan militer untuk menantang lawan-lawan Zionis.

Persaingan Riyadh dan Abu Dhabi

Dalam wawancaranya dengan media 26 September, Gubernur Socotra menjelaskan, “Kedua kolonial, Saudi dan Emirat saling bertarung memperebutkan Socotra melalui tentara proxy dan bayarannya. Setiap Emirat mengirim satu delegasi militer asing ke Socotra, Saudi juga mengirim tim militer asing ke sana. Arab Saudi memiliki satu brigade militer di provinsi ini dan Dewan Transisi Selatan dukungan Emirat juga memiliki satu brigade militer dengan sebutan “Brigade Marinir Selatan” yang bermarkas di markas brigade pertama pasukan korps marinir.”

“Dengan uang dan bayaran bulanan, Emirat menarik dan menipu orang-orang untuk merealisasikan tujuannya. Namun manipulasi ini tidak lagi efektif setelah tujuan Emirat terekspos untuk mencuri Socotra demi membangun pangkalan militer Israel hingga menguasai pulau ini dan pelayaran,” lanjutnya.

Manuver Gagal UEA untuk Merubah Identitas Socotra

Gubernur Hashim Saad al-Saqatri menambahkan, “Di awal pendudukan di Yaman dan setelah sampai di Socotra, Emirat membeli tanah yang sangat luas di provinsi Socotra di bawah program yang telah direncanakan sebelumnya. Pada tahun 2017, saya telah mengingatkan pemerintah dan Parlemen Yaman akan bahaya penjualan tanah ini. Saya meminta untuk dihentikan secepatnya, bahkan saya sampaikan urusan ini ke pihak-pihak terkait dan UNESCO. Kemudian Parlemen mengiyakan dan melarang penjualan tanah di bawah penjajahan.”

Setelah itu, UEA berusaha untuk merubah identitas Socotra, satu identitas palsu. Buktinya adalah pernyataan Menlu Somalia yang terungkap beberapa waktu lalu bahwa Emirat menggelontorkan uang sebesar 20 juta dolar kepada pihak Somalia untuk mengakuisisi Socotra. Tapi para menteri pemerintah Somalia menolak tegas tuntutan tersebut.

Selanjutnya, Gubernur untuk Socotra yang dipilih oleh pemerintah penyelamatan nasional Yaman, menjelaskan pembangunan markas pusat ketenagakerjaan di pulau Socotra melalui tangan-tangan anak buah Abu Dhabi, yaitu Dewan Transisi Selatan Yaman dan menyatakan, “Tugas pusat ini adalah mereka mengirim warga Yaman luar Socotra ke pulau ini atas kehendak Emirat. Langkah ini langsung mendapatkan protes dari para pembesar dan tokoh Socotra dan menunjuk Dewan Transisi untuk bertanggungjawab atas kebijakan bodoh ini.”

Menurut pengakuan Gubernur Socotra, Hashim Saad al-Saqatri menelpon langsung pihak Dewan Transisi Selatan dan mengecam kebijakan ini. Tapi anggota Dewan Transisi hanya mengatakan, “Kami hanya melakukan perintah Emirat.”

 

Pencurian Harta Laut dan Darat Socotra

Di bagian lain wawancaranya dengan 26 September, Hashim Saad al-Saqatri menjelaskan kondisi para nelayan pulau Socotra di bawah penguasaan Emirat atas bagian ini dan aksi penjarahan mereka akan kekayaan laut dan ikan.

Hingga saat ini, memang banyak laporan pencurian harta laut Socotra oleh tangan Emirat melalui pemburuan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi. Setiap hari mereka mengirim ribuan ton seafood dari pantai Yaman ke Emirat, Israel, Eropa dan banyak negara lainnya.

Gubernur Socotra juga menjelaskan aksi pencurian Emirat atas kekayaan darat Socotra seperti pencurian tanaman langka khusus pulau kebanggaan Yaman itu yang biasa disebut “Darah Naga” dan menyatakan, “Emirat juga mendongkel pohon Socotra dan mengirimnya ke Abu Dhabi. Setelah itu mereka tahu bahwa pohon-pohon tersebut tidak tumbuh di sana, karena pohon itu butuh pada cuaca khusus Socotra. Pohon-pohon itu tidak tumbuh bahkan mati karena pemindahan ke tanah lain.”

Kenapa Emirat Ingin Merubah Socotra Menjadi Pangkalan Militer Israel?

Menurut penjelasan Hashim Saad al-Saqatri, ketamakan Saudi dan Emirat untuk menguasai Socotra didasarkan pada kepentingan rezim Zionis. Karena terdapat proyek jalur sutra, di mana proyek tersebut menjadikan Socotra pusat jangka panjang nan abadi. Dari sana akan terbentuk garis kelautan Oman, Afrika Selatan, gerbang laut Merah dan Teluk Aden. Garis kelautan itu juga akan mengarungi Dubai, bahkan pelabuhan besar Emirat akan hanyut yaitu Jebel Ali tidak akan efektif lagi.

“Ketika petinggi Socotra sebelumnya membuka kerjasama dengan Kuwait untuk membangun pelabuhan, mereka menghadapi ombak protes dari pihak Emirat. Abu Dhabi menghancurkan proyek tersebut. Hingga kini Emirat berusaha untuk tidak membangun pelabuhan di sana, sehingga mereka merubah arah untuk membangun Socotra menjadi pangkalan militer. Emirat fokus untuk mencegah proyek jalur sutra di sana,” tambahnya.

Para Penjajah akan Meninggalkan Yaman dengan Terpaksa

Gubernur Hashim Saad al-Saqatri menjelaskan, “Dua hari lalu, saudara Fahd Kafayen, mantan Menteri Perikanan pemerintahan Abdrabbuh Mansur Hadi, mengatakan bahwa hari ini Socotra termasuk daerah jajahan. Kami menghormati pernyataan ini dan kami tegaskan bahwa letakkan tanganmu di atas tangan kami, pergi bersama ke Socotra membersihkan penjajahan di sana. Inggris meninggalkan Aden pasca 129 tahun. Emirat dan Arab Saudi akan meninggalkan daerah jajahannya cepat ataupun lambat.”

Militan bersenjata Dewan Transisi Selatan Yaman  sejak bulan Juni lalu menguasai Socotra. Di tengah situasi tersebut, beberapa sumber melaporkan, Emirat telah memulai pembangunan beberapa markas militer di tempat-tempat strategis Socotra.

Eksistensi militer angkatan laut rezim Zionis atas kerjasamanya dengan Emirat semakin berkembang sejak paruh kedua tahun 2020. Beberapa bulan lalu, sebagian sumber mengatakan bahwa sebuah kapal Emirat telah sampai di Socotra yang penuh dengan senjata dan perlengkapan Zionis. Mereka menurunkan isi kapal di bawah pengawasan ketat.

Dengan kaki tanganya (Dewan Transisi Selatan), Emirat menguasai provinsi Lahij, bagian selatan provinsi Ad Dali’, bagian barat provinsi Shabwah, bagian selatan provinsi Hadhramaut, bagian barat daya provinsi Abyan beserta provinsi Aden. Satu pangkalan militer di Socotra, selatan Yaman, Abu Dhabi serahkan kepada Tel Aviv. Ini adalah kebijakan bahaya yang menghadiahkan kesempatan besar kepada Israel.

Kepulauan Socotra terletak di barat laut samudra Hindia dan daerah strategis garis perdagangan laut Merah. Kedekatannya dengan Benua Afrika dan Bab al-Mandeb telah menambah istimewa Socotra sebagai wilayah perdagangan dan militer strategis.

Baca juga: Haaretz: Israel dan UEA Miliki Pangkalan Militer Bersama di Socotra Yaman

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 − one =