HomeAnalisaJangan Biarkan Al-Houthi Kuasai Bab Al-Mandeb

Jangan Biarkan Al-Houthi Kuasai Bab Al-Mandeb

Purna Warta – Salah satu surat kabar kondang rezim Zionis, The Jerusalem Post dalam analisanya menegaskan urgennya jalur Bab al-Mandeb secara strategi dan potensi Dewan Transisi Selatan Yaman dan Emirat untuk menjamin keuntungan Israel.

“Normalisasi Israel dengan beberapa negara Arab, semakin menjerat kepentingan Israel lebih dari sebelumnya dalam perang Yaman. Dua pemain kunci, yaitu Emirat dan Arab Saudi. Emirat adalah salah satu pihak yang menandatangani resolusi Abraham, sedangkan Arab Saudi akan segera menyusul.”

Pada tahun 2020, menurut pengamatan The Jerusalem Post, medan Yaman semakin kompleks. Emirat-Saudi terus berkecamuk dan di sela-sela itu, Dewan Transisi Selatan mendeklarasikan pemisahan dan menjadikan Aden sebagai ibukota.

The Jerusalem Post mengklaim bahwa Israel belum pernah terjun ke Yaman secara langsung dan menambahkan bahwa media-media oposisi yang mengabarkan dukungan logistik Tel Aviv ke aliansi Riyadh.

“Ketika Ansharullah pada tahun 2015 menguasai Kedubes Saudi di Sanaa, mereka menemukan dokumen yang menunjukkan AS akan membangun pangkalan militer di pulau Perim di dekat jalur Bab al-Mandeb untuk kepentingannya dan Israel,” jelas The Jerusalem Post.

“Bab al-Mandeb adalah satu jalur masuk sempit ke laut Merah di Teluk Aden. Sedangkan Israel, Saudi dan Emirat memiliki kepentingan strategis pada jalur ini untuk menjangkau Samudra Hindia dan sekitarnya. Dengan demikian, jangan sampai daerah ini, Bab al-Mandeb dikuasai oleh wakil Iran, yaitu al-Houthi.”

Sebelumnya, pada tahun 2017, salah satu media Inggris, Jane’s Defence, melaporkan pembangunan pangkalan militer yang sedang dilakukan oleh pemerintah Emirat di pulau Perim di Bab al-Mandeb dengan bukti foto satelit.

Pulau Perim terletak di 3.2 kilometer provinsi Taiz. Aliansi Saudi mampu menguasai daerah tersebut pada tanggal 4 Oktober 2015. Berdasarkan foto satelit Jane’s Defence, hingga Oktober 2016 tidak terlihat proyek pembangunan di pulau tersebut. Namun dari Oktober 2016 dan setelahnya, dimulailah satu proyek pembangunan. Kapal-kapal dengan muatan besar menepi di pulau tersebut membawa keperluan dan alat-alat proyek.

Al-Khabar al-Yemeni melaporkan bahwa pihak-pihak Barat mengistilahkan Bab al-Mandeb dan Teluk Aden dengan ekstrak geografi politik. Dan Arab Saudi juga terus berusaha melepaskan diri dari jalur energi dan minyak strait of Hormuz.

MintPress News, salah satu media Amerika, menuliskan, “Pemerintah Saudi mengklaim bahwa demi demokrasi dan menyelamatkan Yaman dari Iran, mereka terpaksa terjun ke medan Sanaa. Namun arogansi aliansi Saudi tertuju pada jalur minyak. Selain menguasai Yaman, Saudi akan meraih eksotisme geopolitik dan rute energi yang besar.”

Baca juga: Saudi Inginkan Yaman Ansarullah Yaman Disebut Sebagai Teroris

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − four =