Reuters: Trump Mengutamakan Diplomasi Dengan Iran Akan Tetapi Opsi Militer Tetap Ada

Purna Warta – Gedung Putih pada hari Kamis lalu menyatakan bahwa opsi pertama Presiden Trump dalam menghadapi Iran adalah ia akan menunggu apakah negosiasi bisa dilaksanakan sembari memperingatkan bahwa ia memiliki opsi militer.

Baca juga: Isu Dokumen Epstein Melebar ke Eropa, Norwegia Akan Memulai Penyelidikan

Negosiasi tetap akan diadakan kendati kedua belah pihak memiliki sejumlah perselisihan terkait agenda tersebut dan keraguan kedua belah pihak mengenai prospek hasil negosiasi semakin meningkat. Trump mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap Iran jika tidak ada hasil yang bisa dicapai.

AS sebelumnya mengatakan ingin negosiasi mencakup rudal-rudal Iran dan isu-isu lainnya, di waktu yang sama Tehran menenkankan bahwa negosiasi hanya fokus membahas seputar program nuklir.

Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan “diplomasi presiden akan selalu menjadi opsi pertamanya dalam berhadapan dengan negara-negara di seuruh dunia, baik itu para sekutu kita ataupun musuh”

Karoline Leavitt menjelaskan posisi Trump bahwa “menihilkan kapasitas nuklir adalah sesuatu yang ia sampaikan dengan sangat jelas” terkait tuntutan terhadap Iran.

Baca juga: Presiden Trump Mengakui Bahwa Penindakan Terkait Imigrasi Memerlukan Sentuhan Lebih Halus

“Ia ingin melihat apakah kesepakatan bisa dicapai” ujar Leavitt. “Dan sembari negosiasi-negosiasi ini akan diadakan, saya mengingatkan Iran bahwa presiden sebagai pemimpin negara dengan militer terkuat di didunia memiliki banyak opsi selain diplomasi”

Peringatan Presiden Donald Trump yang terang-terangan dan sumpah Iran untuk membalas jika disarang membuat sejumlah negara kawasan menyampaikan sikap demi meredakan ketegangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *