Presiden Trump Mengakui Bahwa Penindakan Terkait Imigrasi Memerlukan Sentuhan Lebih Halus

Purna Warta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa penindakan imigrasi bisa saja menggunakan sentuhan yang lebih halus usai agen-agen federal menembak mati dua warga negara Amerika dalam operasi mereka di Minneapolis.

Baca juga: Pengungkapan Dokumen Epstein Tampaknya Tak Akan Merubah Apapun

“Tidak ada yang membenarkan pembunuhan Renee Good dan Alex Pretti oleh agen-agen federal bulan lalu” ujar Presiden AS.

Penembakan warga negara AS tersebut memicu gelombang protes yang baru terhadap penindakan imigrasi yang sedang berlangsung. Dalam sebuah wawancara dengan kabar berita NBC News, Trump ditanya mengenai apa yang ia pelajari dari peristiwa di Minnesota.

“Mungkin kita bisa menggunakan sedikit sentuhan halus, tapi kalian harus tetap kuat” ujar Trump.

Presiden AS menegaskan bahwa penekanannya terhadap deportasi yang ditujukan untuk ICE (badan penanganan imigrasi Amerika) adalah bertujuan untuk menyasar kriminal-kriminal jahat.

Ketika ditanya apakah pembunuhan Renee Good dan Alex Pretti itu dibenarkan. Ia menjawab: “tidak, itu tidak seharusnya terjadi”

Baca juga: Mantan Menteri Prancis Dipanggil Akibat Relasi Dengan Epstein

“Aku tidak bahagia dengan dua kejadian itu. . . Tidak ada yang boleh bahagia dan ICE tidak bahagia juga” ujar Trump, menekankan bahwa kendati ini semua, ia harus mendukung para penegak hukum.

Menyusul meletusnya kerusuhan menyusul pembunuhan tersebut, Gedung Putih mencopot Gregory Bovino dari jabatannya sebagai Komandan Patroli Perbatasan Amerika dan menggantinya dengan Tom Homan sebagai pengawas resmi terkait penegakan hukum di Minnesota.

Presiden menyebut pergantian tersebut sebagai sebuah cara untuk mereda situasi yang meledak di negara bagian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *