Mantan Menteri Prancis Dipanggil Akibat Relasi Dengan Epstein

Purna Warta –  Jack Lang, mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan kini menjabat sebagai presiden Institut Dunia Arab kini mendapatkan tekanan untuk turun dari jabatannya akibat relasi yang ia miliki dengan Jeffrey Epstein, seorang penjahat seksual Amerika terungkap dan ia dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri.

Baca juga: Reuters: Trump Mengutamakan Diplomasi Dengan Iran Akan Tetapi Opsi Militer Tetap Ada

Jack Lang menyatakan bahwa tidak mengetahui perihal pengakuan kejahatan seksual Epstein yang dilakukannay pada 2008. Jack Lang menggambarkan Epstein dalam pertemuan mereka pada sekitar 2012 sebagai seseorang yang tertarik dengan dunia seni dan perfilman yang dikenalkan oleh Woody Allen, seorang pembuat film asal Amerika Serikat.

Mantan Menteri berusia 86 tahun dan presiden Institut Dunia Arab yang menjabat sejak 2013 tidak pernah mendapat gugatan melakukan kejahatan. Jack Lang mengatakan pada BFMTV bahwa Epstein bukanlah seorang teman dan ia hanya sedikit mengetahui tentang pengakuan kejahatan seksualnya, ia hanya mengetahuinya sebagai seseorang yang tertarik dengan seni, budaya dan film.

Namun, dokumen-dokumen yang baru dibuka dan dikeluarkan oleh Depertemen Pengadilan Amerika Serika menimbulkan pertanyaan terkait penggambaran Lang terkait relasinya dengan Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Lang dan Epstein berkomunikasi secara berkala sejak 2012 dan 2019, tahun dimana Epstein meninggal di penjara akibat bunuh diri.

Baca juga: Isu Dokumen Epstein Melebar ke Eropa, Norwegia Akan Memulai Penyelidikan

Dalam sebuah email yang dikirim Lang kepada Epstein pada 7 April 2017 atau hampir 10 tahun sejak Epstein mengakui kejahatan penyediaan jasa prostitusi gadis di bawah umur, dalam email itu Lang berterimakasih pada Epstein atas “waktu yang indah”.

Terkait dokumen terbaru ini, Jack Lang yang menjabat sebagai Menteri Budaya dan Pendidikan beberapa kali antara tahuyn 1981 dan 2002, ia tidak memberikan jawaban segera ketika diminta komentarnya perihal dokumen tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *