Teheran, Purna Warta – Di tengah perang yang dipaksakan AS terhadap Iran yang sedang berlangsung, ribuan warga Iran yang tinggal di Turki menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap negara mereka dengan melakukan perjalanan kembali untuk bersatu kembali dengan keluarga dan bersatu melawan agresi asing, daripada mencari perlindungan di luar negeri.
Gelombang kepulangan ini menyoroti patriotisme yang mengakar kuat di kalangan warga Iran, yang memandang konflik tersebut bukan sebagai alasan untuk melarikan diri tetapi sebagai seruan untuk melindungi kedaulatan mereka dan mendukung rakyat mereka.
Dalam sebuah pertunjukan kebanggaan nasional yang mencolok, warga Iran di Gerbang Perbatasan Kapıköy Turki di Van menyeberang kembali ke Iran, menekankan komitmen mereka terhadap tanah air.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN Turk, seorang warga Iran yang kembali menyatakan tekad yang teguh, dengan mengatakan, “Mereka merugikan negara dan rakyat kami. Sekarang saya ingin berada di sisi mereka. Saya ingin membantu negara saya sebisa mungkin. Pertama-tama tanah air dan negeri saya.”
Warga lain menyampaikan sentimen serupa, mencatat bahwa mereka datang ke Turki untuk berwisata tetapi memilih untuk kembali lebih awal karena perang. “Kami datang ke Turki untuk berwisata. Kami akan tinggal sedikit lebih lama, tetapi perang pecah. Itulah mengapa kami kembali ke tanah air kami. Tetapi sekarang kami ingin kembali untuk mendukung negara kami dan membela rakyat kami.”
Secara terpisah, laporan dari perbatasan menggarisbawahi bahwa kepulangan ini didorong oleh rasa tanggung jawab, dengan seorang warga Iran menyebutkan wajib militer yang akan datang sebagai bagian dari dukungan mereka, dengan mengatakan, “Kami kembali sedikit lebih awal karena perang. Kami akan mendukung negara kami. Ketika saya pergi, saya akan bergabung dengan tentara. Waktu saya untuk wajib militer telah tiba. Di Iran, wajib militer berlangsung selama dua tahun. Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk mendukung negara saya.”
Dalam perkembangan terkait, media Turki telah menangkap semangat tak kenal takut rakyat Iran, dengan judul berita yang menyatakan “Rakyat Iran yang Tidak Takut Perang Kembali ke Negara Mereka! ‘Kami Melindungi Tanah Air Kami'”, mencerminkan tekad kolektif untuk melindungi bangsa mereka.
Sementara itu, media sosial dan laporan video memperkuat narasi ini, di mana rakyat Iran menegaskan bahwa tidak ada pelarian, melainkan pilihan untuk melawan para agresor, seperti yang dinyatakan dalam transkrip video, “Tidak ada yang melarikan diri; semua orang memilih untuk kembali ke negara mereka dan melawan Israel. Terlibat dalam perang dengan Israel bukanlah pilihan kami; merekalah yang memulai perang.”
Patriotisme ini meluas melampaui batas negara, dengan warga Iran di Turki memandang kepulangan mereka sebagai hal penting untuk reuni keluarga dan persatuan nasional, menentang anggapan melarikan diri dengan menegaskan, “Tidak ada situasi ‘melarikan diri’.”
Dari sudut pandang lain, laporan berbahasa Inggris selaras dengan pernyataan ini, mencatat bahwa beberapa warga Iran kembali dari Turki karena khawatir akan orang-orang terkasih di tengah konflik, yang semakin menggambarkan ikatan keluarga yang terjalin dengan loyalitas nasional.
Secara keseluruhan, kisah-kisah ini saling berkaitan untuk menggambarkan sosok warga Iran yang tangguh, yang kecintaan mereka terhadap negara mendorong mereka untuk kembali ke tanah air, mewujudkan persatuan dalam menghadapi ancaman eksternal.


