Teheran, Purna Warta – Duta Besar Iran untuk PBB mengecam pembunuhan Kamal Kharrazi, seorang diplomat Iran terkemuka dan mantan menteri luar negeri, oleh Israel sebagai tindakan terorisme yang disponsori negara yang melanggar hukum internasional.
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei pada 10 April, Saeed Iravani mengecam serangan fatal baru-baru ini terhadap Kamal Kharrazi, menekankan dedikasinya seumur hidup untuk diplomasi, perdamaian, dan multilateralisme.
Berikut ini adalah teks surat tersebut:
Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang
Yang Mulia,
Dengan penyesalan dan kesedihan yang mendalam, saya ingin memberitahukan kepada Anda dan para anggota Dewan Keamanan bahwa, sebagai kelanjutan dari kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Israel terhadap Republik Islam Iran, rezim tersebut telah melakukan tindakan keji dan teroris lainnya dengan secara pengecut membunuh Dr. Kamal Kharrazi, seorang diplomat Iran terkemuka yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan sebagai Perwakilan Tetapnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada tanggal 9 April 2026, Dr. Kharrazi meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya sebagai akibat dari tindakan terorisme negara yang dilakukan oleh rezim Israel. Pada tanggal 1 April 2026, rezim Israel melakukan serangan terhadap kediamannya di Teheran, menyebabkan luka kritis padanya dan mengakibatkan kematian istrinya seketika. Serangan ini merupakan tindakan terorisme yang disengaja terhadap kediaman sipil dan pembunuhan yang ditargetkan terhadap tokoh sipil terkemuka, yang secara terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional, khususnya hak untuk hidup.
Sepanjang masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri dari tahun 1997 hingga 2005, dan sebagai Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran dari tahun 1989 hingga 1997, Dr. Kharrazi memiliki keyakinan yang mendalam dalam memperkuat multilateralisme dan memainkan peran penting dalam memajukan perdamaian, tidak hanya sebagai profesor universitas tetapi juga sebagai peserta tetap dalam konferensi tahunan “Pemimpin untuk Perdamaian” di Paris. Sepanjang karier profesionalnya, ia secara konsisten dan tegas menunjukkan komitmen yang teguh terhadap hukum internasional, prinsip dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan diplomasi multilateral, khususnya penyelesaian sengketa secara damai sebagai landasan perdamaian dan keamanan internasional. Oleh karena itu, pembunuhannya bukan hanya merupakan perampasan nyawa warga sipil secara tidak sah yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional, tetapi juga serangan terhadap diplomasi dan fondasi keterlibatan internasional yang damai.
Pembunuhan diplomat terkemuka ini oleh rezim Israel sekali lagi memperlihatkan kenyataan bahwa rezim agresif dan teroris ini menganggap setiap suara yang mengadvokasi perdamaian, dialog, dan diplomasi di tingkat regional dan internasional sebagai sesuatu yang bertentangan dengan tujuan-tujuan mereka yang melanggar hukum, jahat, dan destabilisasi di kawasan dan sekitarnya. Hal ini lebih lanjut menunjukkan pola perilaku kriminal yang disengaja yang bertujuan untuk membungkam para pendukung keterlibatan damai dan secara sistematis merusak jalan menuju diplomasi.
Republik Islam Iran mengutuk, dengan sekeras-kerasnya, tindakan teroris keji ini yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan Amerika Serikat. Kejahatan teroris ini merupakan bagian dari pola serangan sistematis dan meluas yang lebih luas terhadap warga sipil Iran, objek sipil, dan pejabat sipil senior, dalam konteks perang agresi yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Republik Islam Iran menegaskan bahwa rezim Israel dan Amerika Serikat memikul tanggung jawab hukum internasional penuh atas tindakan yang melanggar hukum internasional ini.
Saya akan sangat berterima kasih jika Anda berkenan menyampaikan surat ini kepada anggota Dewan Keamanan dan menyebarkannya sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan.
Terima kasih, Yang Mulia, atas penghormatan tertinggi saya.


