Teheran, Purna Warta – Utusan khusus menteri luar negeri Iran untuk Suriah telah mengonfirmasi bahwa Teheran secara tidak langsung berhubungan dengan pemerintahan Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berkuasa secara De Facto di Suriah, lebih dari dua bulan setelah kelompok militan itu merebut Damaskus.
Baca juga: 46 Tahun Sejak Revolusi Islam, Palestina Masih Menjadi Inti Kebijakan Luar Negeri Iran
Pengumuman Diplomat Iran, Mohammad Reza Raouf Sheibani pada hari Sabtu muncul setelah pernyataan menteri luar negeri de facto Suriah Asaad Hassan al-Shibani tentang pertukaran “pesan positif” antara kedua negara Muslim tersebut.
Diplomat Iran yang berpengalaman itu menyoroti bahwa Teheran memiliki pendekatan berwawasan ke depan terhadap perkembangan di Suriah dan berupaya memulihkan hubungan dengan Damaskus.
Iran memantau status quo di Suriah dengan cermat dan sabar serta akan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya, kata Sheibani. Ia menggarisbawahi perlunya semua partai politik Suriah untuk berperan dalam membentuk masa depan Suriah.
“Posisi Republik Islam Iran mengenai perkembangan di Damaskus jelas. Mengingat posisi khusus Suriah di kawasan Asia Barat, kami percaya bahwa masa depan dan nasibnya harus diputuskan oleh rakyatnya sendiri dengan melibatkan semua arus politik,” kata Sheibani.
Ia menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian Suriah merupakan hal yang sangat penting bagi Iran, dan Republik Islam menentang segala intervensi asing dalam urusan internal negara Arab tersebut.
Sheibani juga mencatat bahwa ia telah membahas Suriah dengan utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin selama kunjungan baru-baru ini ke Moskow.
Teheran dan Moskow berbagi pandangan tentang serangkaian masalah terkait Suriah, ungkapnya.
Baca juga: Langgar Gencatan Senjata; Pesawat tempur Israel Lancarkan Serangan Udara terhadap Lebanon Selatan
Menteri luar negeri de facto Suriah mengatakan pada hari Rabu bahwa negaranya telah menerima pesan positif tetapi menginginkan kepastian lebih lanjut dari Rusia dan Iran.
“Ada pesan positif, tetapi kami ingin pesan positif ini berubah menjadi kebijakan yang jelas yang membuat rakyat Suriah merasa yakin,” kata Shibani di World Government Summit 2025 di Dubai.


