Utusan AS Bela Serangan Israel ke Qatar, Sebut Netanyahu “Akan Pergi ke Mana Saja dan Melakukan Apa Saja”

Defand

Washington, Purna Warta – Seorang diplomat senior Amerika Serikat membela agresi Israel terhadap Qatar, sekutu dekat Washington. Ia menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, hanya mementingkan kepentingan entitas pendudukan dan akan “pergi ke mana saja serta melakukan apa saja.”

Baca juga: Amerika Pertimbangkan Sanksi terhadap ICC atas Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Tom Barrack, Duta Besar AS untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai agresi Israel baru-baru ini terhadap Doha yang menargetkan para pemimpin gerakan perlawanan Palestina, Hamas.

“Secara umum, setelah 7 Oktober, segalanya berubah di Timur Tengah,” kata Barrack, merujuk pada Operasi Badai Al-Aqsa yang dilancarkan oleh perlawanan Palestina pada Oktober 2023 sebagai respons atas puluhan tahun kampanye pembunuhan dan penghancuran yang dilakukan rezim pendudukan terhadap bangsa Palestina.

“Bibi Netanyahu akan mengatakan kepada Anda bahwa dia tidak peduli dengan batas wilayah,” ujar utusan AS itu dalam wawancara dengan The National. “Jika dia merasa bahwa batas wilayah atau rakyatnya terancam, dia akan pergi ke mana saja dan melakukan apa saja, titik.”

Israel melancarkan serangan udara terhadap markas Hamas di Doha dalam apa yang digambarkan sebagai “operasi pembunuhan,” yang menewaskan sejumlah anggota perlawanan Palestina serta seorang perwira keamanan Qatar. Namun, pimpinan utama Hamas, termasuk Khalil al-Hayya, Khaled Meshal, dan Zaher Jabarin, selamat dari serangan tersebut.

Pejabat Israel mengonfirmasi bahwa Netanyahu telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump tak lama sebelum serangan bahwa Israel berencana menyerang Qatar, yang merupakan mediator utama dalam perundingan gencatan senjata Israel-Hamas di tengah genosida Israel yang terus berlangsung di Gaza.

Barrack mengakui dirinya tidak sependapat “dengan banyak hal” yang dilakukan Israel, namun ia menghormatinya, “karena mereka selalu mengatakan dengan jelas apa yang akan terjadi.”

Baca juga: Menlu Spanyol Kecam Klaim Netanyahu soal Negara Palestina

Ia juga menegaskan bahwa Qatar memang menjadi sasaran serangan, seraya menyebutkan bahwa sebelumnya Washington telah meminta negara itu untuk menampung pejabat Hamas dan Taliban.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran baru di antara negara-negara Arab Teluk Persia mengenai keamanan mereka, lantaran serangan Israel telah meluluhlantakkan Gaza dan meluas hingga Iran, Lebanon, Qatar, Suriah, dan Yaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *