Tehran, Purna Warta – Ulama Syiah senior di Bahrain mengecam memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza, dengan menegaskan bahwa sejumlah negara Arab dan Muslim turut terlibat dalam kejahatan rezim Zionis di wilayah pesisir yang terkepung itu.
Baca juga: Mengapa Perusahaan Israel “Teva” Menjadi Salah Satu Perusahaan Farmasi yang Paling Dibenci di Dunia
“Gaza berada dalam keadaan yang mencekik dan mengerikan. Dunia Arab dan Muslim tengah menghadapi serangan tanpa henti dan brutal dari para fanatik Zionis dan Amerika yang arogan serta tiran,” kata Ayatollah Sheikh Isa Qassim dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Sabtu.
Ulama Senior Bahrain itu mengkritik kinerja sejumlah pemerintah Arab dan Muslim, seraya menyatakan bahwa mereka terlibat dalam kejahatan Israel di Gaza karena memberikan sumber daya besar kepada rezim Tel Aviv, menekan kelompok-kelompok perlawanan di dalam negeri mereka sendiri, dan memerangi Islam dengan cara yang paling kejam.
“Diam dan keterlibatan pemerintah-pemerintah semacam ini hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina, serta memperdalam krisis kemanusiaan di Gaza,” tegas Ayatollah Qassim.
Sedikitnya 65.208 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh dan 166.271 lainnya terluka akibat serangan Israel di seluruh Jalur Gaza.
Baca juga: Institut Amerika–Zionis GHF: Kedok Kemanusiaan bagi Pembantaian Sistematis di Gaza
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri urusan militer Yoav Gallant, dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah pesisir yang terkepung tersebut.


