Ankara, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan penolakan tegas Ankara terhadap segala bentuk intervensi militer terhadap Iran, seraya menekankan bahwa pencegahan destabilisasi kawasan harus menjadi prioritas utama di tengah dinamika internal yang tengah dihadapi Teheran.
Berbicara dalam konferensi pers di Istanbul, Fidan menyatakan bahwa Turkiye akan mengintensifkan inisiatif diplomatik terkait Iran. Ia berharap perbedaan panjang antara Teheran dan Amerika Serikat dapat diselesaikan melalui dialog, bukan konfrontasi.
Fidan memperingatkan bahwa eskalasi militer terhadap Iran akan membawa dampak luas bagi stabilitas kawasan. Ia menegaskan kembali posisi konsisten Ankara yang menentang penggunaan kekuatan dan mengedepankan solusi politik serta diplomatik.
Yaman dan Ketegangan Teluk
Dalam konteks terpisah, Fidan menilai keputusan Uni Emirat Arab untuk mengakhiri kehadirannya di Yaman serta menghentikan dukungan kepada pihak-pihak sekutu di sana telah “berkontribusi signifikan” terhadap upaya penyelesaian krisis.
Ia menegaskan bahwa berlanjutnya krisis Yaman bukanlah skenario yang diinginkan Turkiye. Fidan juga mencatat bahwa perkembangan di Yaman telah memicu keretakan hubungan antara UEA dan Arab Saudi, mencerminkan perbedaan pandangan yang lebih dalam mengenai penanganan konflik tersebut.
Turkiye Peringatkan Iran soal Ancaman Militan
Sebelumnya, di tengah hari-hari kerusuhan yang dihadapi Iran, kelompok separatis Kurdi bersenjata dilaporkan berupaya menyeberang dari Irak ke wilayah Iran. Laporan menyebutkan langkah itu dipandang sebagai upaya aktor eksternal memanfaatkan ketidakstabilan untuk menekan Teheran.
Sumber-sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyatakan bahwa Organisasi Intelijen Nasional Turkiye (MIT) telah memperingatkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait upaya penyeberangan di sepanjang perbatasan. Pihak Iran menyebut IRGC menghadapi kelompok tersebut, yang dituding berusaha memicu keresahan dan mengambil keuntungan dari gelombang protes.
China Tegaskan Penolakan Penggunaan Kekuatan
Di tengah berlanjutnya ancaman dari Amerika Serikat terhadap Iran, China juga menyuarakan sikap serupa. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan penolakan Beijing terhadap penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip Piagam PBB.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Wang Yi menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah dan rakyat Iran mampu menjaga persatuan nasional dan stabilitas negara di tengah tekanan internal maupun eksternal.
Sikap Turkiye dan China ini menegaskan kecenderungan sejumlah kekuatan regional dan global untuk mendorong penyelesaian diplomatik atas ketegangan yang melibatkan Iran, di tengah kekhawatiran luas akan dampak eskalasi militer terhadap stabilitas kawasan yang lebih luas.


