Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi mengecam Presiden AS Donald Trump karena mengkhianati diplomasi karena dendam, mengkritik apa yang disebut pendekatan negosiasi Washington terhadap Iran dan mengatakan bahwa distorsi fakta menggagalkan pembicaraan nuklir.
Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu, pada hari keempat setelah AS dan rezim Israel melancarkan perang terhadap Iran dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei dan menewaskan ratusan warga sipil.
Ia berpendapat bahwa Washington memperlakukan proses tersebut sebagai transaksi properti daripada upaya diplomatik.
“Tuan Trump mengkhianati diplomasi dan rakyat Amerika yang memilihnya,” tulis Araqchi di akun X resminya.
“Ketika negosiasi nuklir yang kompleks diperlakukan seperti transaksi properti dan ketika kebohongan besar memutarbalikkan fakta, harapan yang tidak realistis tidak akan pernah terpenuhi,” katanya.
“Hasilnya? Membom meja perundingan karena dendam dan keras kepala.”


