Teheran, Purna Warta – Sebuah sumber yang mengetahui informasi mengatakan bahwa sebuah drone IRGC telah berhasil mengirimkan citra pengintaian ke pusat komandonya sebelum mengalami kehilangan komunikasi, menambahkan bahwa penyebab gangguan tersebut saat ini sedang diselidiki.
Berbicara kepada Tasnim pada hari Selasa, sumber yang mengetahui informasi tersebut mengomentari klaim dari sebuah media Inggris yang menuduh bahwa sebuah drone Iran menjadi sasaran pesawat AS di dekat kapal induk Abraham Lincoln.
Ia mengatakan drone Shahed-129 telah melakukan misi rutin dan sahnya di perairan internasional, mencatat bahwa drone tersebut terlibat dalam kegiatan identifikasi, pengawasan, dan pencitraan, dan menggambarkan misi tersebut sebagai operasi normal dan diizinkan secara hukum di perairan terbuka.
Menurut sumber tersebut, drone tersebut berhasil mengirimkan citra pengintaian dan pengawasannya ke pusat komando, tetapi kemudian mengalami kehilangan komunikasi. Sumber tersebut menambahkan bahwa alasan terputusnya komunikasi sedang ditinjau dan detail lebih lanjut akan diumumkan setelah masalah tersebut diklarifikasi.
Komentar tersebut muncul setelah Reuters mengutip militer AS yang mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab pada hari Selasa, mengklaim bahwa drone Shahed-139 Iran tersebut terbang menuju kapal induk dengan “niat yang tidak jelas” sebelum ditembak jatuh oleh jet tempur F-35 AS.


