Beirut, Purna Warta – Hizbullah melaporkan bahwa sebuah bangunan yang menjadi tempat persembunyian 15 tentara rezim Israel telah menjadi sasaran serangan mereka.
Dalam pernyataannya, Hizbullah menyatakan bahwa mereka menargetkan satu unit tentara rezim Israel yang berjumlah 15 orang di dalam sebuah bangunan di permukiman Hula, dan serangan tersebut menimbulkan korban langsung di pihak pasukan tersebut.
Rincian operasi mematikan Hizbullah terhadap pasukan pendudukan Zionis
Para pejuang Perlawanan Islam Lebanon, setelah mengamati keberadaan satu unit yang terdiri dari 15 tentara rezim Israel di dalam sebuah rumah di kota perbatasan Hula, menargetkan mereka dengan rudal berpemandu serta tembakan artileri.
Setelah serangan rudal tersebut, tim penyelamat dan kendaraan militer rezim Zionis bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban luka di bawah perlindungan kepulan asap tebal.
Dalam operasi lain di wilayah berbeda, para pejuang Perlawanan Islam juga menargetkan satu unit tentara Israel yang ditempatkan di dalam sebuah rumah di pinggiran Beit Lif menggunakan sebuah drone bunuh diri.
Serangan roket balasan di wilayah perbatasan
Beberapa media regional melaporkan bahwa ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel kembali meningkat setelah serangkaian serangan roket dan artileri terjadi di beberapa titik perbatasan. Militer Israel disebut meningkatkan patroli dan kesiagaan di wilayah Galilea utara setelah beberapa posisi militernya menjadi sasaran tembakan dari arah Lebanon.
Evakuasi warga di wilayah utara Israel
Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa otoritas Israel memperluas langkah evakuasi warga sipil di beberapa permukiman dekat perbatasan Lebanon menyusul meningkatnya intensitas serangan lintas batas. Pemerintah Israel dilaporkan menempatkan pasukan tambahan dan memperkuat sistem pertahanan udara di kawasan tersebut.
Hizbullah menyatakan kesiapan menghadapi eskalasi
Dalam beberapa pernyataan terpisah, pejabat Hizbullah menegaskan bahwa kelompok tersebut siap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut di front Lebanon selatan. Mereka menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan merupakan bagian dari dukungan terhadap front perlawanan di kawasan serta sebagai respons terhadap tindakan militer Israel di wilayah tersebut.


