Shanaa, Purna Warta – Pesawat tempur Israel menyerang pelabuhan utama Yaman di Laut Merah, Hudaydah, pada hari Selasa, merusak infrastruktur dermaga yang penting untuk bantuan kemanusiaan, media Yaman melaporkan, sementara perang brutal Israel di Gaza terus bergema di seluruh wilayah tersebut.
Baca juga: Dua Kapal Induk China Terlihat di Pasifik untuk Pertama Kalinya
TV al-Masirah Yaman mengatakan pesawat Israel melancarkan dua serangan udara yang menargetkan dermaga pelabuhan Hudaydah.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas pelabuhan yang digunakan untuk pengiriman makanan dan bantuan penting.
Israel belum mengakui serangan tersebut dan tidak memberikan komentar apa pun tentang laporan tersebut.
Serangan itu terjadi di tengah dukungan berkelanjutan Yaman untuk rakyat Palestina yang menderita di bawah serangan Israel yang tiada henti di Gaza.
Selain itu, dalam pesan yang menandai hari raya Idul Adha bagi umat Islam, Mohammad al-Ghamari, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yaman, menegaskan kembali dukungannya bagi para pembela Gaza.
“Palestina berada di jantung Sanaa, dan Yaman akan mendukungnya hingga pembebasan,” kata Ghamari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Brigade Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Hamas di Gaza.
“Tangan kami terulur kepada Anda, dan senjata, posisi, dan doa kami menyertai Anda,” tambahnya.
Ghamari memuji ketangguhan para pejuang Palestina dan menyebut tindakan mereka sebagai “model bagi semua orang bebas di dunia.”
Ia menyatakan bahwa musuh Israel akan menghadapi kekalahan yang tak terelakkan.
“Kemenangan adalah milik para hamba Tuhan yang setia dan tertindas,” katanya.
Baca juga: Protes Massal Meletus di Prancis atas Penyitaan Kapal Bantuan Gaza oleh Israel
Yaman telah menyatakan dukungan militer dan logistik yang berkelanjutan bagi perlawanan Gaza, termasuk operasi di Laut Merah yang menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel.
Yahya Saree, juru bicara angkatan bersenjata Yaman, mengeluarkan pernyataan serupa awal minggu ini.
“Yaman akan tetap berada di sisi kalian sampai agresi di Gaza berakhir dan blokade dicabut,” kata Saree kepada para pejuang Palestina.
“Tidak peduli siapa yang meninggalkan kalian, Yaman tidak akan pernah meninggalkan kalian.”


