Seorang Anak Termasuk Empat Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Lebanon Selatan, Langgar Gencatan Senjata

Child

Beirut, Purna Warta – Serangan Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan empat orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata tahun 2024.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa tiga korban tewas ketika serangan Israel menghantam sebuah kendaraan di Kota Yanooh, Distrik Tyre, pada Senin.

Menurut pernyataan tersebut, seorang warga sipil lainnya ditembak mati oleh pasukan Israel di Kota Aita al-Shaab, Distrik Bint Jbeil.

Sementara itu, dua orang menjadi sasaran bom suara yang dijatuhkan oleh drone Israel saat berada di pemakaman Aita al-Shaab.

Pasukan Israel juga menangkap Atwi Atwi, pemimpin Jamaah Islamiyah, di kediamannya di Kota al-Habbariyeh, wilayah Arqoub.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam penculikan tersebut sebagai “serangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara”, serta menugaskan Menteri Luar Negeri Youssef Rajji untuk segera mengambil langkah dan menindaklanjuti kasus ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Israel dan Hizbullah telah menyepakati perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 27 November 2024. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Tel Aviv diwajibkan menarik diri sepenuhnya dari wilayah Lebanon. Namun hingga kini, Israel masih mempertahankan pasukannya di lima lokasi, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta ketentuan perjanjian November 2024.

Sejak diberlakukannya gencatan senjata, Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut melalui serangan-serangan berkelanjutan di wilayah Lebanon.

Otoritas Lebanon memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Israel mengancam stabilitas nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *