Tehran, Purna Warta – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, menyampaikan pesan kepada rakyat Iran pada Senin menyusul aksi unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung secara nasional. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “tindakan besar dan hari bersejarah” yang berhasil menggagalkan rencana musuh.
Dalam pernyataannya setelah aksi massa tersebut, Sayyed Khamenei menegaskan bahwa demonstrasi yang ditandai dengan keteguhan dan solidaritas rakyat telah menggagalkan skenario yang didukung pihak asing, yang menurutnya dijalankan melalui “antek-antek dari dalam negeri.” Ia menambahkan bahwa aksi tersebut memperlihatkan jati diri, keteguhan, serta persatuan bangsa Iran di hadapan para penentangnya.
Sayyed Khamenei menilai peristiwa itu seharusnya menjadi peringatan bagi para politisi Amerika Serikat untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai upaya penyesatan, serta tidak lagi bergantung pada “pengkhianat bayaran.” Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tetap kuat, waspada terhadap musuh, dan hadir di seluruh medan perjuangan.
Iran Mengecam Kerusuhan Bersenjata
Pernyataan tersebut disampaikan setelah jutaan warga Iran turun ke jalan pada Senin pagi dalam aksi unjuk rasa nasional bertajuk “Solidaritas Nasional dan Penghormatan terhadap Perdamaian dan Persahabatan.” Aksi ini digelar untuk mengecam kerusuhan bersenjata yang terjadi belakangan, sekaligus menegaskan dukungan publik terhadap Republik Islam Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran dilanda aksi kekerasan, perusakan, dan sabotase yang menurut otoritas telah menyusup ke dalam aksi protes damai terkait kondisi ekonomi di sejumlah wilayah. Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa, kerusakan properti, serta aksi pembakaran terhadap fasilitas publik dan swasta.
Warga Iran dari Teheran hingga wilayah tenggara negara itu memadati jalanan untuk mengecam kerusuhan bersenjata dan menegaskan kembali dukungan terhadap stabilitas negara.
Koresponden Al Mayadeen di Iran melaporkan bahwa para peserta demonstrasi di berbagai provinsi mengibarkan bendera Republik Islam Iran serta meneriakkan slogan-slogan menentang Amerika Serikat dan “Israel,” sebagai bentuk penolakan terhadap campur tangan asing dalam urusan domestik Iran.
Prosesi Pemakaman Digelar
Ia juga mencatat bahwa sejumlah kota di Iran menggelar prosesi pemakaman bagi korban yang menjadi sasaran dan tewas dalam kerusuhan bersenjata, yang berlangsung bersamaan dengan dimulainya aksi massa besar tersebut.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran menayangkan siaran langsung demonstrasi dari berbagai kota, termasuk Zahedan, Birjand, dan Kerman di wilayah tenggara Iran.
Dengan jutaan orang turun ke jalan, pesan Teheran dinilai tegas: protes damai diperbolehkan, namun kekacauan bersenjata dan intervensi asing tidak akan ditoleransi.
Sehari sebelumnya, pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerukan partisipasi luas dalam aksi solidaritas nasional untuk menegaskan dukungan terhadap stabilitas negara serta menolak kerusuhan dan campur tangan asing. Mereka menegaskan hak rakyat untuk melakukan protes damai, seraya menuding Amerika Serikat dan “Israel” bertanggung jawab atas aksi sabotase dan jatuhnya korban jiwa.


