Rezim Israel Meningkatkan Serangan di Lebanon Timur dan Selatan

Teheran, Purna Warta – Rezim Israel melakukan serangkaian serangan militer di seluruh Lebanon timur dan selatan pada hari Rabu, menewaskan dan melukai warga sipil serta memperparah krisis kemanusiaan yang semakin meningkat karena serangan udara dan drone menghantam beberapa kota di seluruh negeri.

Sumber-sumber lokal mengatakan enam orang tewas dan tujuh lainnya terluka ketika rezim Israel melancarkan serangan udara di kota al-Shahabiya di Lebanon selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengatakan bahwa dua orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam dua serangan udara terpisah oleh rezim Israel yang menargetkan daerah al-Housh dan kota Qalawiya di selatan.

Sementara itu, tentara pendudukan Israel terus mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di pinggiran selatan Beirut serta wilayah luas di Lebanon selatan dan wilayah Bekaa.

Pada hari Rabu, tentara pendudukan memperingatkan warga di lingkungan Haret Hreik dan Burj al-Barajneh di pinggiran selatan Beirut untuk mengungsi.

Secara terpisah, sumber berita melaporkan serangan pesawat tak berawak oleh rezim Israel yang menargetkan kota-kota al-Nasiriyah, Sarain, dan Ali al-Nahri di wilayah Bekaa timur Lebanon.

Jaringan berita Al Mayadeen melaporkan serangan militer oleh rezim Israel di kota Ali al-Nahri di wilayah Bekaa timur Lebanon.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang terluka dalam serangan udara rezim Israel di kota Tebnin di distrik Bint Jbeil di Lebanon selatan.

Serangan yang terus berlanjut dan meluas oleh rezim Israel telah memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon, menurut Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

UNICEF menyatakan pada hari Selasa bahwa sekitar 700.000 orang di Lebanon terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena tentara pendudukan Israel terus melakukan serangan berat di pinggiran selatan Beirut, wilayah Bekaa, dan bagian selatan negara itu.

Lembaga tersebut memperingatkan tentang kerugian besar yang diderita warga sipil Lebanon akibat serangan brutal pasukan pendudukan Israel, menambahkan bahwa sekitar 200.000 anak-anak dan remaja termasuk di antara mereka yang mengungsi dan hidup dalam kondisi yang sangat sulit.

Sementara itu, banyak warga Lebanon memandang perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh rezim Israel sebagai taktik yang bertujuan untuk menggusur penduduk, menghancurkan kota dan desa, dan menggunakan pengungsian paksa warga sipil sebagai alat tekanan dalam konflik.

Para analis memperingatkan bahwa situasi ini dapat mendorong Lebanon menuju krisis kemanusiaan yang berkepanjangan yang konsekuensinya mungkin melebihi yang terlihat pada putaran pertempuran sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *