Jenewa, Purna Warta – Putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa pada hari Kamis, 26 Februari, menurut pejabat dari Oman, Iran, dan AS.
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi mengumumkan dalam sebuah unggahan di akun X-nya bahwa pembicaraan Iran-AS telah dijadwalkan di Jenewa pada hari Kamis minggu ini.
Ia menyatakan senang dapat mengkonfirmasi pengaturan tersebut dan menggambarkan pertemuan mendatang sebagai upaya positif yang bertujuan untuk mengambil langkah lebih lanjut menuju penyelesaian kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan seorang pejabat AS juga mengkonfirmasi bahwa negosiasi nuklir tidak langsung antara kedua pihak direncanakan untuk hari Kamis.
Sementara itu, Araqchi melakukan percakapan telepon dengan Al Busaidi pada Minggu malam untuk membahas status terkini pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS.
Selama percakapan tersebut, kedua pihak berkonsultasi mengenai pengaturan untuk penyelenggaraan putaran negosiasi nuklir berikutnya.
Putaran kedua pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS diadakan di Swiss pada 17 Februari, dengan mediasi oleh Oman.
Dalam komentarnya setelah berakhirnya pembicaraan, Araqchi mengatakan bahwa negosiasi dilakukan dalam suasana serius dan lebih konstruktif dibandingkan dengan putaran sebelumnya.
Menurut menteri luar negeri, berbagai ide diajukan dan ditinjau selama pembicaraan dalam upaya untuk bergerak menuju penyusunan teks. Ia mengatakan kedua pihak mencapai kesepakatan umum tentang prinsip-prinsip panduan dan mulai sekarang akan membahas prinsip-prinsip tersebut untuk memasuki tahap penulisan teks.


