Presiden Iran: Iran Dukung Hidup Berdampingan Secara Damai dengan Semua Bangsa

Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Iran untuk hidup berdampingan secara damai dengan semua bangsa, dengan menyebut rasa saling menghormati dan pengakuan integritas teritorial sebagai komponen penting stabilitas global.

Baca juga: Iran dan Belarus Menolak Unilateralisme Barat, Janjikan Kerja Sama yang Lebih Kuat

Berbicara pada hari Rabu dalam pertemuan dengan ekspatriat Iran di Belarus, Pezeshkian mengatakan Iran “mencari kehidupan yang damai dengan semua bangsa,” tetapi berpendapat bahwa kekuatan global berusaha menghalangi jalan Iran menuju pertumbuhan dan kemakmuran.

Presiden memuji peran diaspora Iran, menyebut kehadiran mereka di Belarus sebagai “berkah”, dan mendesak mereka untuk bertindak sebagai duta budaya dan peradaban Iran.

Menekankan persatuan dalam negeri sebagai salah satu kekuatan terbesar Iran, Pezeshkian menolak anggapan bahwa agresi militer dapat mengganggu stabilitas pemerintah. “Musuh mengira serangan militer akan mendorong orang-orang turun ke jalan dan menghancurkan sistem, tetapi mereka keliru,” ujarnya.

Presiden menegaskan kembali kebijakan lama Teheran untuk menolak perlombaan senjata, dengan menyatakan bahwa doktrin pertahanan Iran didasarkan pada pencegahan, bukan agresi. Ia mencatat bahwa tanpa kemampuan tersebut, Iran akan menghadapi pemboman berkelanjutan yang serupa dengan yang dialami warga Palestina di Gaza, lapor situs web resminya.

Presiden Pezeshkian juga mengkritik kampanye “tekanan maksimum” AS, dengan mengatakan bahwa Washington dan sekutunya keliru meyakini bahwa isolasi ekonomi akan menghancurkan bangsa Iran.

Rakyat Iran akan terus bertahan melalui kemandirian dan ketahanan, ujarnya.

Baca juga: Menlu Iran: Upaya 3 Negara Uni Eropa untuk Menggunakan Mekanisme Snapback Ilegal

Beralih ke situasi di Gaza, presiden Iran mengutuk tindakan militer Israel, mengutip laporan hampir 60.000 kematian warga Palestina dan kekurangan makanan dan air yang meluas. Ia menggambarkan krisis kemanusiaan sebagai tragedi yang ditandai dengan “gambaran memilukan anak-anak yang kelaparan.”

Pezeshkian juga menyatakan optimismenya tentang masa depan Iran, membayangkan negara itu sebagai negara yang makmur dan maju. Ia juga mengajak para intelektual dan warga negara untuk bekerja sama mencapai kemerdekaan sejati dan kebanggaan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *