Pezeshkian: Pembicaraan Oman Menawarkan Peluang Baik untuk Kesepakatan yang Adil

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan putaran baru pembicaraan nuklir dengan AS, yang diadakan di Oman, memberikan peluang baik untuk mencapai resolusi yang adil, logis, seimbang, dan saling dapat diterima, menekankan komitmen Teheran terhadap diplomasi yang didasarkan pada rasa saling menghormati.

Baca juga: Presiden Berjanji Memberikan Solusi Fundamental untuk Kekurangan Sekolah di Iran

Berbicara pada pertemuan para duta besar asing untuk Iran di Teheran pada hari Senin dalam rangka peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam, Pezeshkian mengatakan Iran selalu menekankan diplomasi yang berlandaskan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama di tingkat internasional.

Ia mencatat bahwa Iran percaya keterlibatan dan dialog adalah satu-satunya cara berkelanjutan untuk mengatasi tantangan regional dan global.

Presiden Iran menyatakan bahwa Iran menyambut dan menerima setiap negosiasi yang dilakukan berdasarkan hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, kesetaraan posisi, dan prinsip saling menguntungkan, seraya menambahkan bahwa kebijakan luar negeri negara itu didefinisikan oleh keterlibatan yang bermartabat.

Ia menggambarkan putaran baru negosiasi nuklir di Muscat sebagai kesempatan berharga untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, rasional, jujur, dan saling memuaskan.

Pezeshkian mengatakan Iran berupaya mendapatkan jaminan atas hak-haknya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi, termasuk tentang pengayaan, serta penghapusan sanksi yang tidak adil.

Baca juga: Menlu Iran: Iran Tak Gentar dengan Postur Militer AS, Siap Berperang Sambil Mengutamakan Diplomasi

Ia menambahkan bahwa Iran akan melakukan bagiannya untuk memastikan keberhasilan jalan ini dan menyatakan harapan bahwa pihak lain juga akan berkomitmen pada tujuan dan persyaratannya tanpa tuntutan yang berlebihan sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai.

Pesan Iran kepada dunia jelas, karena negara itu tetap setia pada komitmennya asalkan menyaksikan kejujuran dan kepatuhan terhadap kewajiban oleh pihak lain juga, kata presiden, menambahkan bahwa Iran mengulurkan tangan persahabatan kepada semua negara yang mencari kerja sama yang tulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *