Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan Iran menargetkan pangkalan AS di kawasan tersebut berdasarkan hak sahnya untuk membela diri.
Iran tidak berniat terlibat konflik dengan negara-negara regional, tambah Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, menekankan bahwa setiap serangan terhadap pangkalan AS akan dilakukan sepenuhnya dalam kerangka hak Republik Islam untuk membela diri.
Kedua pihak membahas perkembangan regional terkini dan hubungan bilateral selama percakapan tersebut.
Pezeshkian mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Pakistan atas bulan suci Ramadan dan mendoakan perdamaian dan ketenangan bagi negara-negara Muslim.
Merujuk pada perkembangan terkini, presiden Iran mengatakan negara itu sedang terlibat dalam negosiasi serius untuk menyelesaikan masalah ketika untuk kedua kalinya menjadi sasaran agresi militer AS-Israel. Ia mengatakan serangan tersebut menargetkan infrastruktur sipil, tempat umum, rumah sakit, dan sekolah, mengklaim bahwa 168 siswa tewas dalam salah satu serangan di sebuah sekolah di kota Minab di selatan.
Pezeshkian mengatakan para penyerang telah menyalahgunakan wilayah udara negara-negara tetangga untuk melakukan serangan terhadap Iran, menambahkan bahwa setiap pangkalan yang digunakan sebagai titik peluncuran untuk serangan di wilayah Iran akan menjadi sasaran berdasarkan hak sah negara untuk membela diri.
Ia juga memperingatkan bahwa kegagalan organisasi internasional untuk mengatasi penyebab utama konflik dapat merusak keamanan global.
Sharif menegaskan kembali kecaman Pakistan terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran dan menyatakan solidaritas dengan Teheran. Ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran.
Kedua pihak menekankan pentingnya memperluas hubungan bilateral dan melanjutkan konsultasi diplomatik tingkat tinggi.


