New York, Purna Warta – Kantor-kantor PBB memperingatkan adanya konsekuensi kesehatan dan kemanusiaan yang serius akibat kerusakan yang menimpa Institut “Pasteur Institute of Iran”, salah satu pilar utama sistem kesehatan di Iran.
Dalam pernyataan bersama, United Nations Development Programme (UNDP), UNICEF, dan World Health Organization menyatakan penyesalan atas besarnya kerusakan yang terjadi, sekaligus menegaskan peran penting Institut Pasteur sebagai salah satu fondasi sistem kesehatan nasional, terutama dalam produksi vaksin, pengendalian penyakit, dan penelitian medis.
Organisasi-organisasi tersebut memperingatkan bahwa “gangguan apa pun terhadap fungsi lembaga ini dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan layanan kesehatan esensial di tingkat nasional.”
PBB juga menegaskan, mengacu pada kerja sama jangka panjang dengan sistem kesehatan Iran, bahwa fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus dilindungi sesuai prinsip hukum humaniter internasional.
Di akhir pernyataan, kantor-kantor PBB di Iran menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Kementerian Kesehatan Iran dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan dasar di tengah situasi saat ini.
Kerusakan pada institusi seperti Pasteur Institute of Iran menimbulkan kekhawatiran global karena lembaga tersebut berperan penting dalam riset vaksin dan pengendalian penyakit menular di kawasan. Dalam situasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah, infrastruktur kesehatan sering menjadi pihak yang paling rentan terhadap gangguan.
World Health Organization sebelumnya juga telah berulang kali menyerukan perlindungan fasilitas medis di zona konflik, termasuk di Gaza dan Lebanon, serta menekankan bahwa rumah sakit dan pusat riset kesehatan tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.
Sementara itu, meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa tahun terakhir telah memperbesar risiko terhadap infrastruktur sipil strategis, termasuk fasilitas kesehatan, energi, dan penelitian ilmiah.
Para analis menilai bahwa serangan atau kerusakan terhadap institusi kesehatan tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas kesehatan regional, terutama dalam hal distribusi vaksin, penelitian epidemiologi, dan kesiapsiagaan terhadap wabah penyakit.


