Al-Quds, Purna Warta – Menyusul berlanjutnya ketegangan di Jalur Gaza, delapan negara Arab dan Islam mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan konsekuensi berbahaya dari tindakan rezim Israel serta dampaknya terhadap proses politik dan stabilitas kawasan.
Baca juga: Hamas Sambut Pembukaan Kembali Perlintasan Rafah sebagai Capaian Besar
Menurut laporan jaringan Al Jazeera pada Minggu, delapan negara Arab dan Islam tersebut dalam pernyataan bersama mengecam keras pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel, serta menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap ketenangan dan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa langkah-langkah rezim Zionis berpotensi memicu eskalasi ketegangan, melemahkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menjaga ketenangan, serta merusak proses pembentukan stabilitas yang berkelanjutan.
Negara-negara penandatangan menyatakan bahwa pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata merupakan ancaman langsung terhadap proses politik, sekaligus menghambat terciptanya kondisi yang diperlukan untuk membawa Gaza menuju fase yang lebih stabil.
Mereka juga menekankan pentingnya komitmen penuh seluruh pihak terhadap kewajiban dan kesepakatan yang telah dibuat, serta menyerukan keberhasilan tahap kedua dari rencana perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Para penandatangan pernyataan menyatakan bahwa pelaksanaan penuh tahap kedua tersebut dapat memainkan peran penting dalam meredakan ketegangan dan mendorong kemajuan proses politik.
Di akhir pernyataan, negara-negara Arab dan Islam itu menyerukan kepada seluruh pihak terkait agar pada fase sensitif ini melaksanakan tanggung jawab mereka secara penuh dan menghindari segala tindakan yang dapat memicu ketidakstabilan serta memperparah krisis.
Baca juga: UNRWA: Israel Lakukan “Perang Senyap” di Tepi Barat yang Diduduki
Pernyataan bersama ini dikeluarkan setelah tentara rezim Zionis Israel pada hari Sabtu melancarkan serangan udara terhadap berbagai wilayah di Jalur Gaza, dengan dalih adanya pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Gerakan Hamas.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, serangan terbaru rezim Zionis tersebut telah menyebabkan lebih dari 30 warga Palestina gugur sebagai syahid dan puluhan lainnya terluka.


