Pencapaian Terbaru Markas Militer Khatam al-Anbiya Disampaikan oleh Juru Bicaranya

Mutahadits

Tehran, Purna Warta – Juru bicara Markas Pusat “Khatam al-Anbiya” mengumumkan penargetan sebuah kapal dukungan milik tentara Amerika Serikat yang disebut sebagai pasukan penyerang, serta penghancuran dua pesawat musuh untuk pengisian bahan bakar di udara.

Kolonel Staf Ibrahim Zolfaghari pada hari Sabtu mengatakan:
“Pagi dini hari ini, angkatan bersenjata Republik Islam Iran menargetkan sebuah kapal dukungan milik tentara Amerika yang agresor pada jarak yang cukup jauh dari Pelabuhan Salalah di Kesultanan Oman, dengan tetap menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan nasional negara saudara dan sahabat, Oman.”

Juru bicara markas pusat tersebut menyatakan:
“Sebagai kelanjutan dari operasi sukses yang dilaksanakan tadi malam, sebuah operasi rudal yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran menargetkan satu lagi pesawat pengisian bahan bakar milik Amerika di Pangkalan Al-Kharj, tempat pasukan Amerika ditempatkan, dan pesawat tersebut dihancurkan sepenuhnya.”

Ia menambahkan bahwa:
“Dengan demikian, dua dari lima pesawat pengisian bahan bakar milik Amerika telah hancur total sejak tadi malam, sementara tiga pesawat lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat digunakan.”

Ia melanjutkan:
“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa tentara Amerika yang agresor telah melarikan diri dan bersembunyi di luar pangkalan mereka akibat serangan kuat yang dilancarkan oleh angkatan bersenjata serta penghancuran pangkalan-pangkalan mereka di kawasan tersebut.”

Kolonel Zolfaghari menambahkan:
“Dalam beberapa jam terakhir, lebih dari 400 orang berlindung di bunker pertama dan lebih dari 100 orang di bunker kedua di Dubai.”

Ia menyatakan bahwa:
“Pasukan udara dan laut Garda Revolusi Islam telah memantau kedua lokasi tersebut dan menyerangnya dengan rudal serta drone presisi, yang mengakibatkan kerugian besar dalam jumlah korban jiwa.”

Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya juga mengatakan:
“Ambulans selama berjam-jam sibuk memindahkan jenazah para komandan dan tentara Amerika yang tewas serta yang terluka.”

Ia menambahkan bahwa:
“Trump dan para pemimpin militer Amerika pasti telah menyadari dengan baik bahwa kawasan ini akan berubah menjadi kuburan bagi tentara Amerika, dan mereka tidak akan memiliki pilihan selain tunduk pada kehendak rakyat yang heroik dan para pejuang Islam yang berani.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *