Tehran, Purna Warta – Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, memperingatkan bahwa Iran sepenuhnya siap menghadapi segala bentuk tindakan permusuhan, seraya menegaskan bahwa jika musuh melakukan kesalahan perhitungan, mereka akan “menghadapi respons yang belum pernah mereka lihat atau alami sebelumnya.”
Mayor Jenderal Hatami menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (10/2/2026) dalam pertemuan antara para komandan senior Angkatan Darat Iran dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di Kementerian Luar Negeri, menjelang peringatan 47 tahun kemenangan Revolusi Islam.
Ia menekankan keterpaduan erat antara pertahanan dan diplomasi dalam menjaga kepentingan nasional Iran.
Menurut Hatami, pertahanan dan diplomasi “tidak hanya saling bergantung, tetapi pada hakikatnya merupakan satu kesatuan yang beroperasi secara efektif dalam menghadapi musuh yang membangkang dan berupaya merongrong kepentingan bangsa Iran.”
Ia menyatakan optimisme bahwa dengan koordinasi penuh antara keduanya, para pejabat negara akan mampu melindungi sepenuhnya hak-hak bangsa.
“Kami, sebagai Angkatan Darat Republik Islam Iran, sepenuhnya siap, dan kami tahu bahwa musuh hanya memahami bahasa kekuatan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata kini berada pada tingkat kesiapsiagaan pertahanan yang lebih tinggi.
“Jika mereka melakukan kesalahan perhitungan apa pun,” ia memperingatkan, “mereka pasti akan menerima balasan yang belum pernah mereka lihat maupun alami sebelumnya.”
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, di mana Washington mengancam Iran dengan aksi militer bahkan ketika perundingan nuklir kembali digelar dengan fasilitasi Oman.
Pada Juni tahun lalu, rezim Israel memulai perang selama 12 hari melawan Iran, meskipun pada saat itu sedang berlangsung negosiasi antara pejabat Amerika dan Iran yang bertujuan menyelesaikan persoalan-persoalan yang tersisa melalui jalur diplomasi.
Meskipun Amerika Serikat turut bergabung dalam perang melawan Iran, Israel pada akhirnya terpaksa meminta gencatan senjata akibat operasi balasan kuat yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran.
Sementara itu, Araghchi mengatakan bahwa Iran terjun ke arena diplomasi dengan keyakinan yang bersumber dari kekuatan angkatan bersenjatanya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan militer tersebut telah berhasil mencegah musuh mempertimbangkan opsi militer apa pun terhadap Iran dan akan terus berperan demikian di masa mendatang.
Araghchi juga menekankan bahwa kemampuan Iran untuk bertindak dengan wibawa dalam diplomasi dan memperjuangkan kepentingan nasional diperkuat oleh keyakinan bahwa angkatan bersenjata mencegah segala bentuk pelanggaran asing terhadap wilayah darat, udara, dan laut negara tersebut.

