Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Khabar Radio Tentara rezim Zionis, operasi ini dilakukan setelah Iran menembakkan sebuah rudal klaster ke arah selatan Palestina yang diduduki. Berdasarkan laporan awal, serpihan dari serangan tersebut jatuh di tiga wilayah di sekitar Kota Be’er Sheva.
Hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan maupun kemungkinan korban akibat serangan tersebut.
Pada Minggu sore, media berbahasa Ibrani mengakui bahwa rudal yang ditembakkan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran telah menghantam pabrik baja dan amonia milik rezim pendudukan di kawasan Negev, di selatan wilayah pendudukan.
Saluran televisi Channel 12 milik rezim Zionis juga mengakui bahwa Iran telah menargetkan sebuah pabrik penting Israel di kawasan Negev.
Media Zionis juga menyatakan, berdasarkan laporan awal, bahwa rudal-rudal Iran secara langsung menghantam pabrik baja dan amonia di wilayah Negev.
Lokasi jatuhnya rudal Iran berada di Neot Hovav—yang sebelumnya dikenal sebagai Ramat Hovav—sebuah kawasan industri di selatan wilayah pendudukan yang disebut sebagai pusat utama pembuangan limbah berbahaya milik rezim pendudukan. Kawasan industri Ramat Hovav menampung 19 pabrik kimia, industri berat, serta memiliki jalur kereta api khusus.
Perkembangan ini terjadi setelah Komando Front Dalam Negeri rezim Zionis mengumumkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di Be’er Sheva, Dimona, serta wilayah luas di selatan wilayah pendudukan.
Laporan juga menunjukkan bahwa beberapa gelombang serangan rudal, dalam waktu kurang dari setengah jam, menargetkan wilayah selatan wilayah pendudukan, termasuk Dimona, Be’er Sheva, dan kawasan Tel Aviv Raya.


