Teheran, Purna Warta – Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan latihan perang antiteror gabungan Sahand-2025 menunjukkan peran aktif Iran dalam menyelenggarakan operasi kontraterorisme multinasional di bawah kerangka kerja Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Baca juga: Araqchi Iran: Tuntutan AS untuk Pengayaan Nol Menggagalkan Perundingan yang Dimediasi Oman
Jenderal Vali Ma’dani, Deputi Operasi Angkatan Darat IRGC, mengatakan dalam jumpa pers pada hari Selasa bahwa Angkatan Bersenjata Iran bangga dapat menyelenggarakan latihan antiteror Sahand-2025 setelah dua tahun, yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat IRGC di Provinsi Azerbaijan Timur.
Komandan tersebut mencatat bahwa setahun yang lalu, Iran telah menyerahkan rencana operasional latihan tersebut kepada komite antiterorisme SCO, dan menambahkan bahwa proposal operasional tersebut disetujui setelah tinjauan khusus dan presentasi rencana selama lima hari di Uzbekistan.
Jenderal Ma’dani mencatat bahwa Iran adalah negara keempat yang menjadi tuan rumah latihan ini.
Negara-negara yang berpartisipasi dalam latihan ini adalah Iran, Belarus, India, Tiongkok, Pakistan, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan, sementara Arab Saudi, Republik Azerbaijan, dan Irak hadir sebagai tamu, ungkap sang jenderal.
Ia menambahkan bahwa pejabat senior militer dan keamanan dari negara-negara anggota SCO hadir, termasuk 20 pejabat keamanan, 60 komandan staf, dan 40 komandan unit operasional.
Komandan menjelaskan bahwa latihan ini berlangsung selama lima hari, dengan fase utama dimulai hari ini dan berlanjut selama tiga hari. Ia menambahkan bahwa amunisi tajam akan digunakan di seluruh lima tahap latihan.
Sahand-2025 adalah latihan operasi lapangan pertama yang dilaksanakan di wilayah Iran, dan Pasukan Darat IRGC merasa terhormat untuk mengemban tanggung jawab ini berdasarkan pengalamannya di medan perang, ujar sang jenderal.
Baca juga: Iran: Ancaman Terbesar AS bagi Perdamaian Global
Menyerukan IRGC sebagai arsitek kontraterorisme di dunia yang selalu siap bekerja sama dengan negara lain di bidang ini, Jenderal Ma’dani mengatakan terorisme kini menjadi ancaman global tanpa batas.
Salah satu hasil dari latihan ini adalah peningkatan pengetahuan kontraterorisme di antara para komandan dari berbagai negara, ujarnya, seraya menambahkan bahwa tujuan lain dari latihan ini antara lain sinergi dalam menghadapi terorisme dan memperkuat interaksi serta kerja sama antarnegara anggota.


