Larijani: Perlu Bedakan Aksi Protes Sah dengan Sabotase Terorisme

Larijani: Perlu Bedakan Aksi Protes Sah dengan Sabotase Terorisme

Tehran, Purna Warta Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa aksi sabotase yang terjadi di sejumlah wilayah Iran tidak boleh disamakan dengan protes publik yang sah terkait persoalan ekonomi. Ia menyatakan bahwa tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh unsur-unsur bersenjata yang sengaja memanfaatkan demonstrasi damai.

Larijani mengatakan para perusuh dan pelaku sabotase mengeksploitasi aksi protes untuk melakukan kejahatan teror brutal, termasuk pembunuhan, pemenggalan kepala, pembakaran, serta bentuk kekerasan ekstrem lainnya.

Sumber-sumber yang dikutip kantor berita Tasnim menyamakan taktik dan kejahatan kelompok bersenjata tersebut dengan metode organisasi Mujahedin-e Khalq (MEK) pada dekade 1980-an. Mereka disebut menggunakan senjata api, bahan peledak, senjata tajam, kapak, dan peralatan lain dalam aksinya.

Menurut sumber tersebut, dalam sejumlah kasus para pelaku sabotase bahkan berupaya menebar teror dengan membunuh korban atau membakar mereka hidup-hidup.

Ketua Parlemen: Protes damai diakui, terorisme akan ditindak tegas

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negara mengakui hak warga untuk menyampaikan protes damai atas persoalan ekonomi, namun menolak tegas segala bentuk terorisme bersenjata.

Berbicara dalam sidang terbuka parlemen pada Minggu, Ghalibaf menyatakan bahwa kerusuhan telah dieksploitasi oleh kekuatan yang terhubung dengan pihak asing untuk melancarkan apa yang ia sebut sebagai perang teror terhadap Iran, menyusul kegagalan agresi asing pada 2025.

Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai pertempuran multidimensi yang mencakup front ekonomi, kognitif, militer, dan terorisme, yang menurutnya terkait dengan Amerika Serikat dan entitas pendudukan Israel. Dalam konteks itu, Ghalibaf melontarkan peringatan keras kepada Washington.

“Setiap serangan terhadap Iran akan menjadikan pusat-pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika Serikat di kawasan sebagai target yang sah,” tegasnya.

Ghalibaf juga berjanji akan mengambil langkah keras terhadap apa yang ia sebut sebagai “tentara bayaran asing” dan teroris bergaya Daesh, seraya menyebut bahwa aparat keamanan dan peradilan telah membongkar sejumlah sel teror bersenjata dan menahan operator yang memiliki keterkaitan dengan pihak luar. Ia menegaskan bahwa tuntutan ekonomi yang damai akan ditangani, namun sabotase dan kekerasan tidak akan ditoleransi.

Sementara itu, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei turut mengecam keras kekerasan yang terjadi dan menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusuh atau pihak yang bertindak sebagai agen kekuatan asing.

Otoritas Iran menyebut memburuknya kondisi ekonomi—termasuk kenaikan biaya hidup dan melemahnya nilai tukar rial—sebagai dampak langsung dari sanksi sepihak Amerika Serikat yang menargetkan bank sentral dan pendapatan minyak Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *